Festival Desa Wisata Kota Semarang 2026: Kampoeng Djadhoel Borong 3 Penghargaan, Sawah Tambangan Kuasai Dua Kategori

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:30:01 WIB
Kampoeng Djadhoel meraih tiga penghargaan utama dalam Festival Desa Wisata Kota Semarang 2026.

SEMARANG — Kampoeng Djadhoel sukses menjadi juara pertama untuk kategori Video dan Administrasi, mengungguli Desa Wisata Pudakpayung sebagai juara kedua dan Desa Wisata Jatirejo di posisi ketiga. Prestasi ini melengkapi raihan mereka di dua kategori lain: juara ketiga Stand Pameran dan juara kedua Atraksi Seni dan Budaya.

Desa Wisata Sawah Tambangan Juara di Dua Kategori Sekaligus

Meski Kampoeng Djadhoel menjadi yang paling banyak mengoleksi piala, Desa Wisata Sawah Tambangan justru tampil dominan dengan menjadi juara pertama di dua kategori sekaligus. Mereka keluar sebagai yang terbaik untuk kategori Stand Pameran dan Atraksi Seni dan Budaya. Sementara di kategori Atraksi Seni dan Budaya, juara kedua diraih Kampoeng Djadhoel dan juara ketiga Desa Wisata Kandri.

“Kami Tidak Menyangka Bisa Raih Tiga Penghargaan Sekaligus”

Pengelola Desa Wisata Kampoeng Djadhoel, Prety Gracia Rahma Aprilia, mengaku syok sekaligus bersyukur. Menurutnya, persiapan matang dan kerja keras seluruh tim selama ini akhirnya terbayar lunas.

“Kami benar-benar senang dan tidak menyangka bisa meraih penghargaan di tiga kategori sekaligus. Semua persiapan, kerja keras, dan usaha yang kami lakukan akhirnya terbayarkan dengan hasil yang membanggakan,” ujar perempuan yang akrab disapa Grac itu.

Ia menambahkan, capaian ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi. Pihaknya juga membuka lebar peluang kolaborasi dengan berbagai pihak demi mengembangkan Kampoeng Djadhoel agar semakin dikenal wisatawan.

Tema Festival: Ekonomi Kerakyatan Berbasis Produk Unggulan Daerah

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari, mengatakan festival tahun ini mengusung tema “Bersama Membangun Desa Wisata dan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Produk Unggulan Daerah.” Menurutnya, ajang ini menjadi wadah bagi desa wisata untuk menunjukkan kreativitas dan kesiapan mereka dalam mengembangkan potensi wisata lokal.

“Seluruh peserta tampil luar biasa. Mulai dari penyajian video profil, atraksi seni dan budaya, hingga stan pameran yang dikelola masing-masing desa wisata menunjukkan kreativitas dan kesiapan mereka dalam mengembangkan potensi wisata,” ujar Indriyasari.

Festival yang digelar di Bumi Perkemahan Harda Walika, Desa Wisata Jatirejo, Kecamatan Gunungpati itu menjadi ajang tahunan yang dinanti. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi pemerintah kota untuk memperkuat desa wisata sebagai salah satu daya tarik utama kunjungan wisatawan ke Semarang.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: jatengnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top