Guru dan Alumni SMKN Jateng Semarang Patungan Modal Usaha untuk Siswa Kurang Mampu Lewat Ekstrakurikuler Market Juara

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 17:11:31 WIB
Guru dan alumni SMKN Jateng Semarang patungan modal usaha untuk siswa kurang mampu melalui ekstrakurikuler Market Juara.

SEMARANG — SMK Negeri Jawa Tengah (SMKN Jateng) di Semarang menghadirkan terobosan membekali siswa dari keluarga kurang mampu dengan keterampilan hidup melalui ekstrakurikuler Market Juara. Program ini memungkinkan siswa memulai usaha tanpa modal pribadi. Iuran guru dan sumbangan alumni yang sudah bekerja menjadi sumber dananya.

Guru Pembimbing Market Juara, Liliek Handoko, mengatakan ekstrakurikuler ini dirancang mendorong siswa berwirausaha, selain mempersiapkan mereka melanjutkan ke perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja. “Karena siswa kami berasal dari keluarga tidak mampu, modal awal kami ambil dari patungan guru-guru pembimbing dan CSR dari kakak-kakak alumni yang sudah bekerja untuk membiayai adik-adik mereka,” kata Liliek saat ditemui di sekolah, kemarin.

Modal dari Gotong Royong Guru dan Alumni

Dalam ekstrakurikuler Market Juara, guru pembimbing tidak hanya menyediakan modal. Mereka juga memberikan pendampingan dan arahan penuh kepada siswa. Liliek menjelaskan, seluruh keuntungan dari usaha yang dijalankan siswa diputar kembali sebagai modal. Dengan begitu, program berjalan berkelanjutan tanpa ketergantungan pada suntikan dana baru.

“Modal awal usaha berasal dari gotong royong guru pembimbing, serta dukungan alumni SMK Negeri Jateng yang telah bekerja,” ujarnya.

Dua Unit Usaha yang Sudah Berjalan

Saat ini, dua unit usaha masih aktif dikelola siswa. Pertama, produk spray antibau helm merek Helmora yang menyasar kebutuhan pengendara motor. Kedua, paket wisata Dusun Tayeman, Kopeng, di lereng Gunung Merbabu, menawarkan pengalaman wisata alam bagi pengunjung.

Liliek berharap kedua usaha ini menjadi proyek percontohan bagi siswa untuk belajar berwirausaha meski dimulai dari skala kecil. “Harapannya, ini menjadi pilot project agar mereka dapat belajar berwirausaha meski dimulai dari usaha kecil. Selain itu, kami berharap usaha ini dapat memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” pungkasnya.

Keterkaitan dengan Mata Pelajaran Kewirausahaan

Program Market Juara diterapkan sesuai mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan yang sudah ada di kurikulum SMKN Jateng. Siswa tidak hanya mendapatkan teori di kelas, tetapi juga praktik langsung mengelola usaha riil. Langkah ini dinilai strategis mengingat latar belakang ekonomi siswa yang sebagian besar prasejahtera. Keterampilan berwirausaha diharapkan menjadi jalan keluar dari kemiskinan struktural.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: radioidola.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top