Wali Kota Semarang Agustina Sebut Kemajuan dan Keharmonisan Budaya Menguat di Era Kepemimpinannya

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Senin, 22 Juni 2026 | 16:32:01 WIB
Wali Kota Agustina menegaskan keberagaman budaya sebagai fondasi utama pembangunan Semarang.

SEMARANG — Wali Kota Semarang Agustina menegaskan bahwa perjumpaan berbagai budaya yang telah terjadi sejak lama menjadi fondasi utama pembangunan kota. Menurutnya, kemajuan dan keharmonisan budaya di Semarang justru semakin menguat di era kepemimpinannya saat ini.

Budaya Sebagai Kekuatan Pembangunan Kota

Agustina menyebut bahwa Semarang lahir dari interaksi antaretnis dan tradisi yang berbeda. Ia meyakini keragaman tersebut bukan sekadar warisan, melainkan modal sosial yang mendorong kemajuan di berbagai sektor.

Kota Semarang lahir dari perjumpaan berbagai budaya yang hingga kini menjadi kekuatan utama pembangunan kota,” ujar Agustina dalam pernyataannya.

Bagaimana Peran Pemerintah dalam Merawat Keberagaman?

Menurut Agustina, pemerintah kota terus mendorong ruang ekspresi bagi semua kelompok budaya. Hal ini dilakukan agar harmoni yang sudah terbangun tidak tergerus oleh dinamika sosial dan ekonomi.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara komunitas seni, pelaku UMKM, dan warga menjadi kunci dalam menjaga identitas Semarang sebagai kota multikultural. Pemerintah, kata dia, hanya berperan sebagai fasilitator yang memastikan setiap elemen mendapat tempat yang setara.

Apa Dampaknya bagi Warga Semarang?

Penguatan harmoni budaya dinilai berdampak langsung pada stabilitas sosial dan iklim investasi. Warga dari berbagai latar belakang merasa aman dan dihargai, sehingga partisipasi dalam pembangunan kota meningkat.

Agustina mencontohkan sejumlah festival tahunan dan pasar rakyat yang melibatkan lintas etnis sebagai bukti nyata. Kegiatan tersebut tidak hanya merawat tradisi, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi warga.

Ke Depan: Menjaga Semarang Sebagai Kota Terbuka

Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk terus merawat iklim toleransi dan kebersamaan. Agustina mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kualitas hubungan antarmanusia.

“Kami ingin Semarang tetap menjadi kota yang terbuka bagi siapa pun. Itulah warisan terbaik yang bisa kami tinggalkan,” pungkasnya.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: radarsemarang.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top