JAWA TENGAH — Kecelakaan itu bermula ketika iring-iringan pawai obor melintasi Jalan Tegar Beriman, Cibinong. Tiba-tiba, korban yang berada di samping ibunya kehilangan pijakan dan jatuh ke lubang gorong-gorong terbuka. Camat Cibinong Acep Sajidin mengatakan lubang gorong-gorong terlalu sempit sehingga warga yang hendak menolong tidak bisa masuk.
"Kan jeblos ke gorong-gorong, teriak si anak, pada teriak lah semua, langsung ditolong sama staf kelurahan, karena kan semua ikut pawai obor ya. Nah dia kan mau masuk gorong-gorong ternyata nggak muat, sempit lah," kata Acep, Selasa (16/6).
Acep menjelaskan kondisi gorong-gorong saat itu sedang deras akibat hujan lebat yang mengguyur sebelumnya. Aliran air cukup kencang dan sempat membuat panik warga di lokasi. Beruntung, korban masih sempat berpegangan pada besi di dalam gorong-gorong sehingga tidak terseret arus.
"Kondisi gorong-gorong memang lagi deres, ada aliran airnya, kan habis hujan gede itu kejadiannya. Tapi nggak sampai hanyut ya, dia kan pegangan besi di dalam (gorong-gorong), terus diselamatin sama staf kelurahan itu," tambah Acep.
Warga dan staf kelurahan yang ikut pawai kemudian berinisiatif mengevakuasi korban bukan dari lubang tempat ia jatuh, melainkan dari ujung gorong-gorong. Proses evakuasi berlangsung sekitar 15 menit.
Setelah berhasil dikeluarkan, korban langsung mendapatkan penanganan medis dari tenaga kesehatan yang kebetulan berada di lokasi pawai. Acep memastikan kondisi anak tersebut tidak mengalami cedera serius.
"Korban hanya lecet di kaki kanan, sudah ditangani dokter juga, sudah diobati. Semalam sudah langsung dibawa pulang," kata Acep.
Ibu korban, yang merupakan perwakilan dari Kelurahan Pakansari, membawa dua anak saat mengikuti pawai. Selain korban yang duduk di kelas 2 SD, ia juga membawa anak perempuannya yang masih berusia sekitar 4 tahun. Keduanya selamat tanpa luka berarti.
Peristiwa ini kembali menyoroti kondisi infrastruktur gorong-gorong di wilayah Cibinong yang kerap tidak tertutup rapat. Belum ada keterangan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor terkait temuan lubang gorong-gorong terbuka di lokasi kejadian.
Acep mengimbau warga untuk lebih waspada saat beraktivitas di malam hari, terutama di jalan-jalan yang minim penerangan. Ia juga mendorong agar pemerintah daerah segera melakukan inventarisasi dan perbaikan gorong-gorong yang rusak atau hilang tutupnya.
"Kejadian ini bisa saja menimpa siapa saja. Kami minta dinas terkait segera mengecek dan menutup kembali gorong-gorong yang terbuka," ujar Acep.