JAWA TENGAH — Pasar motor listrik di Indonesia perlahan menunjukkan pertumbuhan. Tren ini diakui langsung oleh Indomobil eMotor yang genap berusia 1,5 tahun sejak pertama kali memperkenalkan mereknya pada Februari 2025.
CEO PT Indomobil Emotor Internasional, Pius Wirawan, menegaskan bahwa perjalanan selama ini menjadi fondasi penting bagi perusahaan. "Kami senang sekali karena sudah melewati 1,5 tahun yang sangat bermakna. Kami mulai perjalanan memperkenalkan merek sejak Februari 2025," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Selama periode tersebut, Indomobil eMotor telah menghadirkan empat model motor listrik. Setiap produk dikembangkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas yang berbeda-beda, bukan hanya sekadar varian dari satu platform.
Model pertama, Adora, dirancang sebagai skutik harian yang mengutamakan kepraktisan. Sementara itu, Tyranno tampil dengan karakter adventure scooter—menjadi salah satu model yang paling dikenal dari lini Indomobil eMotor berkat desainnya yang gagah.
Di sisi lain, Sprinto ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan ringkas untuk mobilitas perkotaan. Sedangkan model terbaru, QT, hadir dengan desain retro futuristis yang menyasar pengguna muda hingga keluarga.
Menurut Pius, faktor utama yang mendorong minat masyarakat terhadap motor listrik adalah efisiensi biaya operasional. Selain lebih hemat dibandingkan motor bensin, kendaraan listrik dinilai lebih praktis karena bisa diisi daya langsung di rumah.
“Motor listrik perlahan mulai mendapat tempat di pasar roda dua Indonesia,” tambah Pius. Tren ini dinilai akan terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya infrastruktur pengisian daya dan kesadaran konsumen akan biaya jangka panjang.
Indomobil eMotor sendiri belum merinci angka penjualan spesifik untuk masing-masing model. Namun, kehadiran empat model dalam waktu 1,5 tahun menunjukkan komitmen serius perusahaan dalam meramaikan segmen kendaraan listrik roda dua di Indonesia.