SEMARANG — Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy secara khusus menyebut Jawa Tengah sebagai “jangkar Nusantara” yang memiliki peran krusial dalam menopang kemajuan bangsa. Menurutnya, provinsi ini memiliki modal besar, mulai dari kekuatan sektor pertanian dan industri, hingga sumber daya manusia yang ulet dan produktif.
“Saya merasa Jawa Tengah ini penting sekali. Jangkar Indonesia itu sebenarnya Jawa Tengah. Pertumbuhan ekonomi yang cepat juga banyak terjadi di Jawa Tengah,” kata Rachmat dalam pertemuan tersebut.
Rachmat menekankan, arah pembangunan ke depan harus berorientasi pada pemerataan, terutama di wilayah yang selama ini masih tertinggal. Ia mengapresiasi paparan Gubernur yang menyadarkan pentingnya memulai pembangunan dari desa-desa, bukan dari Jakarta atau Semarang.
“Dari penjelasan Gubernur, saya semakin menyadari bahwa pembangunan yang harus dilakukan bukan dari Jakarta, bukan dari Semarang, tetapi dari desa-desa dan kawasan yang paling tertinggal. Ini sejalan dengan arah pembangunan nasional,” ujarnya.
Selain pembangunan sumber daya manusia, percepatan infrastruktur strategis menjadi bahasan utama. Pemerintah pusat dan daerah sepakat penguatan konektivitas adalah kunci meningkatkan daya saing daerah. Sejumlah proyek yang menjadi perhatian meliputi peningkatan jaringan jalan, pengembangan pelabuhan, dan pembangunan dry port yang terintegrasi dengan kawasan industri.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif dukungan tersebut. Ia menegaskan, sinergi ini sangat diperlukan untuk mempercepat pembangunan, khususnya di kawasan Pantai Utara (Pantura) dan Pantai Selatan (Pansela).
Luthfi juga menyoroti sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Dari luasan lahan sekitar 1,5 juta hektare, Jawa Tengah mampu menghasilkan sekitar 9,5 juta ton gabah pada 2025. Namun, ia mengingatkan tantangan musim kemarau yang semakin panjang.
“Ke depan tantangan kita adalah musim kemarau yang semakin panjang, sehingga kami meminta dukungan agar embung-embung yang ada dapat dimaksimalkan,” katanya.
Menurut Luthfi, peningkatan infrastruktur sumber daya air menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Ia berharap kolaborasi yang semakin kuat ini dapat mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.