Bunda PAUD Jateng Nawal Yasin Ingatkan Orang Tua soal Kesehatan Mental Anak di Era Digital, Ini Jenjang Pola Asuhnya

Penulis: Oki Setiawan  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 15:22:01 WIB
Bunda PAUD Jateng Nawal Yasin mengingatkan pentingnya pola asuh sesuai jenjang usia untuk kesehatan mental anak di era digital.

Menurut Nawal, salah satu sumber tekanan psikologis pada anak berasal dari ekspektasi tinggi orang tua yang kerap membandingkan kemampuan buah hatinya dengan teman sebaya. Ia mencontohkan, masih banyak orang tua yang memaksa anak bisa membaca atau menulis padahal tahapan tumbuh kembangnya belum sampai.

“Kadang anak belum waktunya bisa membaca atau menulis, tetapi karena melihat teman seusianya sudah mampu, orang tua menjadi terpacu dan akhirnya menekan anak untuk mengikuti,” jelas Nawal dalam keterangannya, Senin.

Tekanan semacam ini, lanjutnya, justru mengganggu proses tumbuh kembang anak sehingga tidak bisa berjalan optimal. Ia pun menekankan pentingnya penerapan disiplin positif yang disesuaikan dengan usia anak.

Pola Asuh Berdasarkan Jenjang Usia: Stimulasi Hingga Sahabat Diskusi

Nawal memaparkan tiga tahapan pola asuh yang perlu diterapkan orang tua. Pertama, pada usia 0 hingga 6 tahun, anak membutuhkan stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Kedua, pada rentang usia 6 hingga 10 tahun, anak memerlukan pembiasaan disiplin yang konsisten dari lingkungan keluarga dan sekolah.

Ketiga, pada usia 11 hingga 15 tahun, peran orang tua bergeser menjadi sahabat dan tempat berdiskusi bagi anak. “Pada fase ini, pendampingan emosional sangat penting karena anak mulai memasuki masa remaja,” ujarnya.

Teknologi Ubah Cara Belajar, Penguatan Karakter Jadi Kunci

Nawal menjelaskan, teknologi digital telah mengubah secara fundamental cara anak belajar dan tumbuh kembang. Jika dahulu seseorang harus berusaha keras untuk mendapatkan keinginan, kini hampir semua kebutuhan bisa diperoleh secara instan melalui ponsel. Kondisi ini, menurutnya, memicu penurunan kesehatan mental pada anak-anak.

“Kesehatan mental pada anak-anak saat ini semakin menurun. Anak-anak mendapatkan hampir semua kebutuhan secara instan,” kata Nawal.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa penguatan karakter anak bukan hanya tugas sekolah, melainkan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan lingkungan. Ketiga pilar ini, kata Nawal, memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang kuat secara mental dan siap menghadapi tantangan zaman.

Melalui pola asuh yang tepat, Nawal berharap anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat secara mental, berkarakter kuat, dan mampu beradaptasi di era digital. Kegiatan parenting di TK Ma’had Islam ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Jawa Tengah dalam mendorong kesadaran orang tua terhadap isu kesehatan anak. (Lingkarjat.id)

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: lingkarjateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top