SOLO — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta memadukan pelestarian sejarah dengan aktivitas kreatif dan edukatif dalam Solo Heritage Festival 2026. Festival tiga hari ini tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga ruang belajar bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih dekat dengan warisan budaya.
Tema "Rupa Rasa Warisan" dipilih untuk merepresentasikan dua dimensi utama kebudayaan Kota Bengawan. "Rupa" merujuk pada wujud fisik berupa bangunan bersejarah, arsip, dan artefak. Sementara "Rasa" menggambarkan tradisi, seni pertunjukan, musik, dan nilai-nilai budaya yang masih hidup di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan Senam Nostalgia Sepanjang Masa. Setelah itu, pengunjung bisa mengikuti Peduli Cagar Budaya Surakarta, yakni penanaman pohon di kawasan cagar budaya dan pembagian bibit tanaman kepada siswa sekolah dasar serta kelompok wanita tani.
Sejumlah kompetisi turut digelar untuk meningkatkan partisipasi anak muda. Lomba Storynomic Warisan Budaya, Lomba Desain Batik, dan Lomba Mewarnai Cagar Budaya Surakarta menjadi ajang kreativitas yang mengedukasi. Selain itu, tersedia Pasar Nostalgia, pameran lukisan, serta bincang film dan pemutaran film berlatar cagar budaya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta menyebut bahwa warisan budaya bukan sekadar bangunan atau benda bersejarah. Lebih dari itu, merawat nilai, cerita, dan tradisi yang hidup di masyarakat adalah esensi pelestarian.
"Melalui Solo Heritage Festival 2026, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal, mencintai, dan terlibat dalam pelestarian budaya Kota Surakarta," ujarnya.
Festival ini juga menjadi upaya pemerintah kota menghidupkan kembali ruang-ruang cagar budaya sebagai pusat aktivitas masyarakat sekaligus destinasi wisata. Pertunjukan seni dan budaya digelar setiap hari selama festival berlangsung.
Rangkaian acara akan ditutup dengan malam penganugerahan atau awarding. Penghargaan diberikan kepada para peserta dan pihak yang berkontribusi dalam pelestarian budaya.
Pemerintah Kota Surakarta berharap festival ini mampu memperkuat identitas budaya Solo sekaligus memperkaya pilihan destinasi wisata budaya bagi wisatawan. Solo Heritage Festival 2026 dirancang sebagai ruang perjumpaan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan — sebuah perayaan yang mengajak masyarakat melihat warisan budaya bukan sebagai peninggalan yang diam, melainkan sumber inspirasi yang terus relevan.