SEMARANG — Ratusan bibit pohon mulai ditanam di sepanjang pesisir Pantai Tirang, Semarang, Senin lalu. PLN menyalurkan total 2.000 bibit tanaman sebagai bagian dari peringatan dua momen nasional sekaligus: Hari Lahir Pancasila dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Bantuan ini tidak hanya berupa bibit, tetapi juga simbol komitmen perusahaan terhadap kelestarian ekosistem pesisir. Lokasi Pantai Tirang dipilih karena menjadi salah satu kawasan yang membutuhkan rehabilitasi mangrove dan vegetasi pantai untuk mencegah abrasi.
Kegiatan ini melibatkan puluhan relawan dari internal PLN, komunitas lingkungan, serta warga sekitar. Mereka bersama-sama menanam bibit di area yang telah disiapkan.
"Kami ingin peringatan Hari Lahir Pancasila dan Hari Lingkungan Hidup punya dampak nyata. Gotong royong menanam pohon ini adalah wujud pengamalan sila ketiga dan kelima," ujar salah satu perwakilan PLN di lokasi.
Jenis bibit yang disalurkan didominasi tanaman pesisir yang tahan terhadap angin laut dan air asin. Ke depan, pepohonan ini diharapkan mampu menjadi sabuk hijau yang melindungi daratan dari abrasi serta menjadi habitat baru bagi fauna lokal.
PLN juga menyebut bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan di bidang lingkungan. Mereka berencana memonitor pertumbuhan bibit secara berkala.
Warga sekitar menyambut baik inisiatif ini. Seorang nelayan setempat mengatakan, kondisi Pantai Tirang belakangan mulai tergerus ombak dan membutuhkan lebih banyak vegetasi.
Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni memang kerap diisi dengan aksi sosial. Tahun ini, PLN memilih menggabungkan keduanya dalam satu agenda penanaman pohon.
Bagi perusahaan, aksi ini bukan seremonial belaka. Mereka ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga persatuan dan keberlanjutan hidup bersama.