Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Instruksikan Anggaran Perubahan 2026 Diprioritaskan untuk Perbaikan Jalan Rusak, Rp 75 Miliar Sudah Digelontor

Penulis: Lukman Hakim  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 00:34:31 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menginstruksikan prioritas anggaran perubahan 2026 untuk perbaikan jalan rusak.

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan perbaikan jalan rusak menjadi prioritas utama dalam Anggaran Perubahan tahun ini. Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa seluruh pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Jateng wajib diarahkan untuk infrastruktur jalan.

“Prioritas infrastruktur jalan. Di Anggaran perubahan nanti kita ubah. Pokir akan direvitalisasi untuk infrastruktur jalan,” tegas Ahmad Luthfi kepada wartawan usai acara Rakor Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah di Hotel Gumaya, Kota Semarang, Kamis (4/6).

Target Akhir Tahun: Jalan Rusak Turun Signifikan

Gubernur menekankan bahwa persoalan jalan berlubang bukan hanya soal kenyamanan, tetapi sudah memasuki tahap darurat keselamatan. Ia tak ingin warga terus mengeluh, apalagi sampai ada korban jiwa akibat kondisi jalan yang buruk.

“Saat ini masuk kemarau dan kita cek lagi untuk segera perbaikan,” ujarnya.

Ahmad Luthfi menargetkan pada akhir 2026, persentase jalan rusak di Jawa Tengah bisa berkurang secara drastis. Menurutnya, musim hujan panjang sepanjang 2025 hingga awal 2026 menjadi penyebab utama penurunan kualitas aspal di sejumlah titik.

Anggaran Rp 75 Miliar untuk Jalan Provinsi dan Kabupaten

Sepanjang 2025, Pemprov Jateng telah mengalokasikan dana sebesar Rp 75 miliar untuk perbaikan jalan di tingkat provinsi maupun kabupaten. Salah satu proyek yang sudah memasuki tahap lelang adalah perbaikan Jalan Raya Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora dengan anggaran Rp 5,276 miliar.

“Pokir akan direvitalisasi untuk infrastruktur jalan. Banyak usulan warga yang menyampaikan permintaan pembangunan jalan di wilayah. Tak hanya di Blora, namun kabupaten dan kota lainnya juga meminta hal yang sama,” jelas Luthfi.

Kualitas Pekerjaan Jangan Asal-asalan

Gubernur juga menyoroti pentingnya mutu dalam setiap proyek perbaikan jalan. Ia meminta agar kontraktor tidak bekerja secara asal-asalan yang justru akan memperpendek usia pakai jalan.

“Kalau lelang sudah selesai, nantinya akan segera dilakukan pembangunan fisik jalan. Penanganan harus dilakukan dengan benar, jangan sampai nanti cepat rusak lagi,” pungkasnya.

Pemprov Jateng kini tengah melakukan pemetaan ulang titik-titik jalan rusak di seluruh wilayah. Pengerjaan fisik akan dimulai setelah proses lelang rampung, dengan target awal pengerjaan pada pertengahan tahun ini.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: infojateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top