UNGARAN — Sistem zonasi kembali menjadi penentu utama dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk SMA Negeri di Kabupaten Semarang. Pemerintah daerah telah mengeluarkan daftar lengkap yang memetakan radius dan prioritas jarak tempat tinggal calon siswa terhadap sekolah negeri.
Daftar yang dirilis mencakup peta wilayah dan radius jarak yang menjadi prioritas penerimaan. Setiap SMA Negeri di Kabupaten Semarang memiliki zona geografis tertentu yang diutamakan, diukur berdasarkan jarak tempuh dari rumah calon siswa ke sekolah.
Informasi ini krusial karena jalur zonasi biasanya memiliki kuota terbesar dalam SPMB, mencapai 50 persen dari total daya tampung sekolah. Orang tua diminta untuk segera mengecek apakah alamat rumah masuk dalam radius prioritas sekolah tujuan.
Proses pengecekan dapat dilakukan secara mandiri melalui aplikasi atau situs resmi SPMB yang disediakan Dinas Pendidikan setempat. Calon siswa tinggal memasukkan alamat rumah sesuai Kartu Keluarga (KK) untuk melihat daftar sekolah yang masuk dalam zonasi.
Jarak rumah menjadi variabel utama. Semakin dekat jarak tempat tinggal dengan sekolah, semakin besar peluang diterima melalui jalur zonasi. Pemerintah menggunakan data koordinat dari KK yang telah terverifikasi.
Orang tua dan calon siswa diminta untuk memastikan data kependudukan sudah sesuai. Ketidaksesuaian alamat di KK dengan domisili asli bisa menggugurkan hak calon siswa dalam jalur zonasi.
Selain itu, penting untuk menyusun daftar prioritas sekolah. Setiap siswa biasanya bisa memilih hingga tiga sekolah. Memahami peta zonasi membantu menentukan pilihan yang realistis agar peluang diterima lebih besar.
Setelah daftar zonasi keluar, tahapan berikutnya adalah verifikasi data dan pendaftaran ulang. Pemerintah Kabupaten Semarang mengimbau agar semua dokumen disiapkan jauh-jauh hari, termasuk scan KK, akta kelahiran, dan ijazah.
Bagi yang rumahnya berada di luar zona sekolah favorit, masih ada jalur lain seperti afirmasi, perpindahan tugas orang tua, atau prestasi. Namun, kuota untuk jalur zonasi tetap menjadi yang paling kompetitif.
Informasi lebih lanjut bisa diakses melalui laman resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang atau menghubungi helpdesk SPMB setempat.