KARANGANYAR — Peristiwa langka terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Jungke, Kecamatan Karanganyar. Proses pemakaman seorang warga berinisial S (42) membutuhkan bantuan crane untuk menurunkan dan memasukkan jenazah ke dalam liang lahat.
Bobot jenazah yang mencapai 175 kilogram menjadi kendala utama. Petugas pemakaman dan keluarga yang hadir tidak mampu mengangkat atau menurunkan peti jenazah secara manual ke kedalaman lubang.
Liang lahat yang telah disiapkan memiliki kedalaman standar, sekitar dua meter. Proses penurunan peti mati secara manual dinilai sangat berisiko, baik bagi jenazah maupun petugas.
Pihak keluarga bersama perangkat kelurahan kemudian berkoordinasi dan memutuskan untuk mendatangkan alat berat jenis crane dari salah satu proyek konstruksi di sekitar lokasi. Crane tersebut digunakan untuk mengangkat peti dari mobil jenazah lalu menurunkannya secara perlahan ke liang lahat.
Proses pemakaman berlangsung sekitar dua jam, lebih lama dari pemakaman biasanya yang hanya memakan waktu 30 menit. Sejumlah petugas Satpol PP dan relawan dikerahkan untuk mengamankan area dan mengatur lalu lintas di sekitar TPU.
"Kami bersyukur prosesi berjalan lancar. Semua pihak membantu, dari RT, RW, hingga kelurahan," ujar salah seorang kerabat almarhumah yang enggan disebutkan namanya.
Peristiwa serupa sebenarnya pernah terjadi di beberapa daerah di Indonesia, terutama untuk jenazah dengan bobot di atas 150 kilogram. Biasanya, keluarga atau pengelola TPU akan berkoordinasi dengan dinas pemadam kebakaran atau perusahaan kontraktor untuk meminjam alat berat.
Di Karanganyar, kasus pemakaman dengan crane ini menjadi yang pertama kali terjadi dan menyedot perhatian warga sekitar. Banyak warga yang datang ke TPU hanya untuk menyaksikan prosesi yang tidak biasa tersebut.
Pemerintah Kota Karanganyar melalui Dinas Sosial belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian ini. Namun, perangkat kelurahan setempat menyatakan akan mendata warga dengan kondisi obesitas ekstrem sebagai antisipasi jika terjadi peristiwa serupa di masa mendatang.
Pendataan ini dinilai penting agar proses pemakaman dapat dipersiapkan lebih awal, termasuk koordinasi dengan pihak terkait untuk penyediaan alat berat jika diperlukan.