SALATIGA — Momentum Hari Lahir Pancasila tak hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi juga menjadi pengingat bagi insan PLN untuk memperkuat budaya keselamatan kerja. PLN UP3 Salatiga memanfaatkan momen ini untuk menggelar sosialisasi K3 yang dihadiri oleh pegawai, tenaga alih daya (TAD), dan mitra kerja.
Manager PLN UP3 Salatiga, Vicky Reandry Faradian, menegaskan bahwa keselamatan kerja bukan sekadar kewajiban perusahaan, melainkan tanggung jawab kolektif. “Semangat Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat agar budaya peduli keselamatan kerja terus diterapkan dalam setiap aktivitas kerja,” ujarnya dalam sambutan.
Dalam kegiatan yang berlangsung secara daring dan luring itu, peserta mendapatkan materi tentang kepatuhan terhadap prosedur kerja. Sosialisasi juga mencakup penggunaan alat pelindung diri (APD) yang benar dan mitigasi risiko pekerjaan kelistrikan.
PLN menekankan bahwa penguatan budaya safety awareness menjadi prioritas utama. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga keandalan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat di wilayah Salatiga dan sekitarnya.
Vicky mengaitkan nilai-nilai Pancasila dengan penerapan K3. Menurutnya, sila kedua yang menekankan kemanusiaan dan sila kelima tentang keadilan sosial relevan dengan upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi seluruh personel.
“Keselamatan kerja bukan hanya kewajiban perusahaan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh insan PLN,” tambah Vicky dalam pernyataan yang dikutip dari rilis resmi.
Melalui kegiatan awareness ini, PLN UP3 Salatiga berharap kesadaran seluruh pegawai dan mitra kerja terhadap pentingnya K3 semakin meningkat. Dengan penerapan budaya K3 yang konsisten, perusahaan optimistis seluruh personel mampu bekerja secara aman, profesional, dan produktif.
Pada akhirnya, lingkungan kerja yang aman diyakini akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan kelistrikan bagi masyarakat. PLN berkomitmen menjadikan K3 sebagai fondasi dalam setiap operasional, tidak hanya saat peringatan hari besar nasional. (01)