57 Bhikkhu Thudong dari Klaten Terpaksa Naik Bus Demi Kejar Waktu Bertemu Sri Sultan Hamengkubuwono X di Jogja

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Senin, 25 Mei 2026 | 16:25:01 WIB
bhikkhu Thudong dari Klaten melanjutkan perjalanan ke Jogja menggunakan bus demi tepat waktu bertemu Sri Sultan Hamengkubuwono X.

KLATEN — Rombongan bhikkhu Thudong yang memulai perjalanan dari Klaten terpaksa melanjutkan perjalanan menggunakan bus umum untuk memastikan mereka tiba di Keraton Yogyakarta sesuai jadwal. Langkah ini diambil setelah waktu tempuh berjalan kaki dinilai tidak memungkinkan untuk memenuhi agenda pertemuan dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Mengapa Rombongan Bhikkhu Thudong Harus Naik Bus?

Perjalanan Thudong yang biasanya dilakukan dengan berjalan kaki merupakan ritual meditasi jarak jauh yang sarat makna spiritual. Namun, karena adanya batasan waktu pertemuan dengan Raja Keraton Jogja, para bhikkhu memutuskan untuk menggunakan transportasi darat agar tidak terlambat. Keputusan ini diambil demi menjaga protokoler dan rasa hormat kepada Sri Sultan.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan bahwa pihaknya memfasilitasi kebutuhan logistik rombongan selama berada di wilayahnya. "Kami sangat bangga Klaten menjadi bagian dari misi kemanusiaan dunia yang diemban para bhikkhu ini," ujarnya dalam keterangan resmi.

Misi Kemanusiaan di Balik Ritual Thudong

Ritual Thudong yang dilakukan oleh 57 bhikkhu ini bukan sekadar perjalanan spiritual biasa. Mereka membawa misi kemanusiaan yang bersifat global, menjadikan setiap titik singgah sebagai ajang menebar kedamaian dan doa bagi sesama. Klaten menjadi salah satu wilayah yang dipilih untuk bersinggah sebelum akhirnya menuju ke Keraton Yogyakarta.

Para bhikkhu ini diketahui telah memulai perjalanan dari berbagai titik di Pulau Jawa. Kehadiran mereka di Klaten disambut antusias oleh masyarakat setempat yang turut memberikan dukungan doa dan logistik. Bupati Hamenang berharap misi yang dibawa para bhikkhu dapat membawa berkah dan kedamaian bagi Kabupaten Klaten.

Apa yang Terjadi Setelah Bertemu Sri Sultan?

Setelah bertemu dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X di Keraton Jogja, rombongan bhikkhu Thudong dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke titik-titik berikutnya. Pertemuan dengan Raja Keraton Jogja menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Thudong, mengingat simbolisme budaya dan spiritual yang melekat pada sosok Sri Sultan sebagai pemimpin adat Yogyakarta.

Perubahan moda transportasi ini menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan Thudong tahun ini. Meskipun tidak sepenuhnya sesuai dengan tradisi berjalan kaki, keputusan ini diambil dengan penuh pertimbangan dan tetap menjaga esensi dari misi kemanusiaan yang mereka usung.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top