SURAKARTA — Tim pengabdian Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar workshop pembuatan kerajinan dari limbah tekstil bagi penghuni Panti Asuhan Gunungan Surakarta. Agenda yang berlangsung pada 8–10 Mei 2026 ini memfokuskan pada pengolahan sisa kain menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.
Para peserta diajarkan teknik dasar mengolah perca atau limbah kain yang biasanya terbuang begitu saja. Tim Unnes mendampingi langsung setiap proses, mulai dari pemilihan bahan, perancangan pola, hingga tahap akhir pembuatan kerajinan tangan.
Kegiatan ini tidak sekadar mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong anak-anak panti untuk lebih peduli terhadap isu sampah di lingkungan sekitar. Konsep zero-waste menjadi inti dari seluruh rangkaian pelatihan selama tiga hari tersebut agar peserta memahami potensi ekonomi di balik barang bekas.
Melalui workshop ini, anak-anak mendapatkan ruang untuk mengeksplorasi ide kreatif mereka secara mandiri. Limbah tekstil yang awalnya dianggap sampah kini bertransformasi menjadi berbagai produk fungsional seperti tas kecil, hiasan dinding, hingga aksesori unik.
Keterampilan baru ini diharapkan bisa menjadi bekal kemandirian bagi para penghuni panti di masa depan. Selain itu, workshop tersebut memperkuat sinergi antara akademisi dan lembaga sosial dalam menangani masalah lingkungan melalui langkah praktis yang bisa diterapkan sehari-hari.
Kegiatan di Surakarta merupakan bagian dari program rutin pengabdian masyarakat yang dijalankan oleh Unnes. Kampus asal Semarang ini terus menyasar berbagai kelompok masyarakat untuk berbagi ilmu pengetahuan terapan yang bermanfaat langsung bagi kehidupan warga.
Panti Asuhan Gunungan dipilih sebagai lokasi sasaran agar anak-anak di sana memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses edukasi lingkungan dan pengembangan bakat. Program serupa rencananya akan terus dikembangkan ke wilayah lain di Jawa Tengah dengan tema yang menyesuaikan kebutuhan lokal.