Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Tengah menyiapkan sejumlah program pembenahan tata kelola sepak bola daerah, mulai dari pembinaan usia dini hingga target memboyong pertandingan Timnas Indonesia ke Jawa Tengah. Ketua Asprov PSSI Jateng terpilih Kairul Anwar mengatakan program itu juga mencakup peningkatan kualitas pelatih dan wasit di tingkat kabupaten/kota. Pembenahan itu dibahas usai kongres luar biasa di Semarang yang menetapkan Kairul secara aklamasi sebagai ketua.
SEMARANG — Pembinaan kelompok usia menjadi fondasi utama yang akan dijalankan Asprov PSSI Jateng pada periode kepengurusan baru. Kairul Anwar menyebut kompetisi kelompok usia seperti Piala Soeratin akan tetap dilanjutkan karena dinilai sudah berjalan baik.
Selain kompetisi usia muda, peningkatan kualitas pelatih dan wasit di tingkat kabupaten/kota masuk daftar prioritas. Langkah itu diambil agar pembinaan di akar rumput tidak jalan di tempat.
Empat Fokus Program Kerja Asprov PSSI Jateng
Kairul memaparkan sejumlah program utama yang akan dijalankan pengurus baru. Fokusnya menyentuh pembinaan hingga infrastruktur pertandingan.
- Pembinaan usia dini melalui kompetisi kelompok usia seperti Piala Soeratin
- Peningkatan kualitas pelatih dan wasit di tingkat kabupaten/kota
- Persiapan kontingen Jateng untuk PON 2028 agar meraih medali
- Upaya menjadikan Jawa Tengah tuan rumah pertandingan Timnas Indonesia
Audiensi dengan Polda Jateng untuk Perizinan Kompetisi
Soal perizinan dan pengamanan kompetisi, Asprov PSSI Jateng akan menemui Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Audiensi itu disebut untuk memperlancar proses izin seluruh kompetisi regional.
"Dalam waktu dekat, kami akan melakukan audiensi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah. Audiensi itu bertujuan untuk memperlancar proses perizinan serta koordinasi pengamanan seluruh kompetisi regional," ujar Kairul Anwar.
Koordinasi juga akan dijalin dengan Gubernur Jateng. Pembahasannya menyangkut dukungan pembiayaan pembinaan kelompok usia dini di kabupaten/kota serta penyediaan fasilitas olahraga.
Jatidiri Dinilai Memadai, tapi Butuh Lapangan Latihan Tambahan
Stadion Jatidiri Semarang dinilai cukup dari sisi kualitas untuk menggelar laga Timnas. Meski begitu, Kairul menyebut masih ada kekurangan yang perlu ditutup.
Infrastruktur tambahan yang dimaksud berupa lapangan untuk latihan tim yang akan bertanding. Tanpa itu, kesiapan Jateng sebagai tuan rumah pertandingan Timnas belum sepenuhnya terpenuhi.
PSSI Pusat Siap Kirim 6.000 hingga 10.000 Bola
Sekjen PSSI Yunus Nusi mengatakan pihaknya siap mengirim 6.000 hingga 10.000 bola untuk disalurkan ke pihak terkait. Bola-bola itu mendukung program PSSI Jateng.
Yunus juga mengapresiasi pihak-pihak yang mendukung pengembangan sepak bola di Jawa Tengah. Menurutnya, Jateng berpeluang besar mengisi kompetisi nasional di berbagai level.
"Bukan tidak mungkin dari Jateng akan banyak klub yang mengisi Liga 1, 2, 3 hingga 4," ujar Yunus Nusi.
Yunus sepakat Jateng layak menjadi tuan rumah pertandingan Timnas Indonesia. Catatannya, sejumlah perbaikan dan penambahan fasilitas tetap diperlukan, khususnya di Kota Semarang.
Kairul Anwar Terpilih Aklamasi
Kairul Anwar terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asprov PSSI Jateng dalam kongres luar biasa di Semarang, Kamis (8/10). Yoyok Sukawi sebelumnya menyatakan siap bersaing dalam pemilihan ketua.
Namun sehari sebelum pelaksanaan, Yoyok memilih tidak hadir. Dengan kepengurusan baru ini, sejumlah agenda pembenahan tata kelola sepak bola Jateng mulai disiapkan.