SEMARANG — Kemenangan 59–51 atas SMA Tritunggal Semarang pada partai puncak mengakhiri penantian delapan tahun SMA Semesta Bilingual Boarding School untuk kembali membawa pulang trofi DBL Jawa Tengah. Trofi terakhir mereka diraih pada 2017.
Sejumlah pihak sempat meragukan kemampuan tim Semesta menjelang final. Keraguan itu muncul karena pada final DBL Central Java-North sebelumnya, Semesta kalah telak 36–80 dari lawan yang sama, SMA Tritunggal.
Kekalahan tersebut tidak membuat tim berhenti. Manajer Tim Basket SMA Semesta, Kurniawan Ahibul Ibad, menyebut pihaknya melakukan evaluasi menyeluruh, latihan intensif, dan pembenahan strategi setelah kekalahan itu.
Hasilnya terlihat di partai puncak. Permainan disiplin, pertahanan kuat, dan kerja sama tim membuat Semesta tampil lebih solid menghadapi lawan yang sebelumnya mengalahkan mereka.
Kurniawan mengungkapkan bahwa gelar juara merupakan buah kerja keras para pemain yang berlatih konsisten sepanjang tahun. Latihan dimulai setelah salat Subuh berjamaah, lalu dilanjutkan sesi pagi dan sore.
"Anak-anak berlatih sangat keras setiap hari sepanjang tahun, diawali dengan shalat Subuh berjamaah, dilanjutkan latihan pagi dan sore," ungkap Kurniawan Ahibul Ibad.
Dukungan datang dari berbagai pihak, mulai dari guru, manajemen sekolah, orang tua, alumni, hingga suporter. Sejumlah orang tua bahkan datang langsung dari Jawa Barat untuk menyaksikan partai final, sementara alumni dari berbagai kota termasuk Surabaya turut hadir memberikan dukungan.
"Dukungan luar biasa ini menjadi motivasi besar bagi anak-anak. Terima kasih Semesta, atas perjuangan luar biasa ini. Kemenangan ini adalah kebanggaan kita bersama," ujarnya.
Prestasi di lapangan basket berdampak langsung pada peluang pendidikan para siswa. Pada tahun sebelumnya, siswa SMA Semesta diterima di Universitas Diponegoro (Undip) melalui jalur beasiswa basket.
Siswa lainnya melanjutkan pendidikan ke Universitas Brawijaya (UB) melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Prestasi basket juga membuka kesempatan masuk Akademi Kepolisian (Akpol) hingga memperoleh beasiswa studi ke China.
Selain basket, siswa SMA Semesta memiliki rekam jejak di bidang sains melalui Olimpiade Sains Nasional (OSN) hingga kompetisi tingkat internasional.
Gelar juara DBL Jawa Tengah 2026 menegaskan posisi SMA Semesta sebagai Sekolah Unggul Garuda Transformasi. Status tersebut memperkuat komitmen sekolah dalam mempersiapkan siswa menghadapi pendidikan tinggi dan tantangan masa depan.
Mengusung semangat Achieving Excellence Together, SMA Semesta membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pengembangan karakter, kepemimpinan, sportivitas, dan kemampuan bekerja sama.
Bagi keluarga besar SMA Semesta, trofi DBL Jawa Tengah 2026 bukan sekadar simbol kemenangan di lapangan basket. Gelar itu menjadi bukti bahwa proses panjang, kerja keras, dan keberanian bangkit dari kekalahan dapat membuahkan hasil.