GOMBONG — Agus menjadi satu dari 475 mahasiswa yang mengikuti prosesi wisuda dan sumpah profesi periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Ruang Rektorat Lantai 3 Unimugo, Sabtu (10/10/2026). Dari total wisudawan tersebut, 17 orang merupakan lulusan Program Studi S1 Hukum.
Lulusan Unimugo periode ini berasal dari berbagai program studi, mulai dari keperawatan, kebidanan, farmasi, manajemen, hukum, hingga teknik industri.
Agus menyelesaikan pendidikan S1 Hukum di usia yang tidak lagi muda. Di tengah kesibukannya menggeluti usaha tour and travel serta pengadaan barang, ia tetap menyelesaikan studi hingga tuntas.
Baginya, momen wisuda bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan awal untuk mengabdikan ilmu kepada masyarakat.
"Alhamdulillah, hari ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya karena telah menyelesaikan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Gombong," ujar Agus.
Gelar sarjana hukum yang diraih Agus, menurutnya, bukan semata-mata untuk kebanggaan pribadi. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama kuliah memberi manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan menghadapi persoalan hukum.
"Sebenarnya bukan masalah perasaan kita seperti apa, tetapi bagaimana langkah kita ke depan bisa bermanfaat dan berguna bagi masyarakat lewat gelar yang kita peroleh," ungkapnya.
Kantor bantuan hukum yang didirikannya di Desa Kalibeji, Kecamatan Sempor, mulai memberikan layanan kepada masyarakat. Agus mengaku telah menerima seorang klien yang menghadapi persoalan hukum dan permasalahannya berhasil diselesaikan.
Pengalaman menangani klien pertama itu menguatkan niat Agus memperluas layanan bantuan hukum di Kabupaten Kebumen. Ia ingin keberadaan kantor tersebut membantu warga memperoleh pendampingan ketika menghadapi permasalahan hukum.
"Ke depan, lewat kantor bantuan hukum yang saya dirikan, saya ingin membantu masyarakat yang mempunyai permasalahan hukum," katanya.
Setelah wisuda, Agus berencana menyusun program kerja yang lebih jelas dan terarah untuk mengembangkan layanan tersebut. Dengan perencanaan itu, ia berharap pelayanan yang diberikan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Bagi Agus, keberhasilan meraih gelar sarjana hukum bukan akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal untuk mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat Kebumen.