10.987 Pelajar SIT Ramaikan Islamic Youth Festival JSIT Jateng di UNNES Semarang

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 07:01:02 WIB
pelajar Sekolah Islam Terpadu mengikuti Islamic Youth Festival JSIT Jawa Tengah di UNNES Semarang.

SEMARANG — Kompetisi kategori daring mempertandingkan olimpiade IPA, Matematika, IPS, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Adapun lomba luring meliputi menggambar, tahfidz, futsal, panahan, robotik, dan koding.

Rangkaian pembukaan IYF digelar di Lapangan Prof. Kamiso UNNES. Opening ceremony diawali doa bersama, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars JSIT Indonesia, lalu dimeriahkan penampilan sejumlah murid Sekolah Islam Terpadu di Kota Semarang.

Mengapa Panahan dan Koding Masuk Daftar Lomba

Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah Hananto Widhiaksono menyebut IYF tidak sekadar dirancang sebagai ajang memperebutkan gelar juara. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya JSIT menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan menyeluruh.

"Ada 10.987 peserta yang ikut serta dalam gelaran Islamic Youth Festival (IYF) ini. Membangun peradaban membutuhkan kekuatan fisik, oleh karena ada lomba panahan dan futsal. Di masa mendatang perlu ditambah cabang lomba olahraga lainnya. Selain kekuatan fisik, juga dibutuhkan spiritual yang kokoh, serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang tepat guna. Oleh karenanya perlu adanya lomba tahfidz, olimpiade mata pelajaran, koding dan robotik," ujar Hananto.

Menurut dia, keberagaman kategori lomba sengaja dihadirkan untuk memberi ruang bagi peserta mengembangkan potensi masing-masing. IYF juga diharapkan menjadi ruang pertemuan antarpelajar Sekolah Islam Terpadu (SIT) dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

"Semoga melalui IYF ini menjadi langkah-langkah nyata JSIT Indonesia dalam mempersiapkan generasi peradaban penuh harapan. IYF ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan tetapi juga membangun kebersamaan kolaborasi dan inspirasi sesama Sekolah Islam Terpadu (SIT) di Jawa Tengah," harapnya.

Dinas Pendidikan Jateng: Kompetisi Bagian dari Proses Belajar

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Sumano menyambut positif penyelenggaraan IYF. Menurutnya, kompetisi seperti IYF dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi generasi muda.

Anak-anak tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.

"Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah menyambut baik penyelenggaraan Islamic Youth Festival (IYF) ini. Even ini tidak sekedar ajang perlombaan, lebih dari itu ini adalah ruang belajar, ruang berkompetisi secara sehat, sekaligus membangun karakter mulia dan keberanian generasi muda. Saat ini kita berada di zaman yang sangat berbeda. Informasi datang begitu cepat, teknologi berkembang luar biasa, dunia berubah dalam hitungan waktu. Oleh karena itu, generasi muda tidak boleh hanya pintar secara akademik, tetapi harus berkarakter, berintegritas, berkreativitas, berkolaborasi, dan berinovasi," ujarnya.

Ia menilai pendidikan berperan penting membekali generasi muda agar tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga mampu mengambil peran dan memberi manfaat bagi lingkungan.

"Di sinilah pendidikan memiliki peran besar dalam menyiapkan generasi yang cakap dalam pengetahuan, skill, dan attitude. Generasi yang siap menghadapi tantangan kehidupan dan tantangan zaman, bahkan lebih dari itu menjadi generasi yang mengambil peran dan bermanfaat bagi kehidupan. Oleh karena itu, saya berpesan kepada para peserta IYF agar tidak takut untuk berkompetisi, kompetisi yang fair. Jika hari ini menang tidaklan sombong, harus tetap rendah hati. Apabila belum juara janganlah patah semangat, masih ada kesempatan mendapatang. Terkadang pengalaman dan persahabatan memiliki nilai yang tidak kalah penting dari sekedar menjadi juara," sambungnya.

Pesan untuk Peserta: Berani Bermimpi Besar

Sumano mendorong para peserta berani memiliki cita-cita besar. Menurutnya, semangat untuk mewujudkannya tumbuh dari mimpi yang jelas sejak muda.

"Anak muda harus berani memiliki mimpi besar, supaya semangat dalam mewujudkannya. Silakan menjadi ilmuwan, guru, dokter, pengusaha, pilot, birokrasi, teknokrat, seniman, atau profesi lainnya. Tetapi dimanapun kalian kelak berada, jadilah orang yang bermanfaat bagi lingkungannya," pungkasnya.

Dengan jumlah peserta 10.987 orang dari seluruh wilayah Jawa Tengah, IYF menjadi ruang kompetisi sekaligus pertemuan bagi pelajar SIT untuk mengasah kemampuan, membangun jejaring, dan mengembangkan potensi di berbagai bidang.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: joglosemarnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top