SEMARANG — Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang, Arif N, menyampaikan bahwa pagi hingga siang hari umumnya cerah hingga cerah berawan. Memasuki sore hingga awal malam, kondisi berubah menjadi cerah berawan hingga berawan.
Hujan ringan sampai sedang berpotensi turun di sekitar pegunungan bagian barat dan tengah Jawa Tengah. Wilayah lain diprediksi hanya berawan atau tetap cerah berawan sepanjang hari.
Empat wilayah masuk kategori hujan ringan hingga sedang: Purbalingga, Banjarnegara, Bumiayu, dan Majenang. Keempatnya berada di koridor pegunungan barat-tengah yang memang menjadi fokus peringatan BMKG.
Sebanyak 10 wilayah lain diperkirakan hanya diguyur hujan ringan. Daftarnya mencakup Purwokerto, Wonosobo, Mungkid, Temanggung, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Magelang, dan Ambarawa.
Wilayah yang diprediksi berawan meliputi Cilacap, Kebumen, Purworejo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Kudus, Ungaran, Kendal, Brebes, Solo, Salatiga, Pekalongan, dan Tegal.
Adapun Rembang, Pati, Jepara, Demak, dan Semarang diperkirakan tetap cerah berawan. Prakiraan ini berlaku Minggu (4/10/2026) pukul 07.00-19.00 WIB.
Suhu udara di Jawa Tengah berkisar antara 16 hingga 36 derajat Celsius. Kelembaban udara berada di rentang 45 sampai 95 persen.
Arif menyebut sejumlah daerah yang diperkirakan mencapai suhu 36 derajat Celsius, yakni Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Solo, dan Semarang.
BMKG mengingatkan warga agar waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Peringatan ini menyusul kondisi musim kemarau yang masih berlangsung di sebagian besar wilayah Jawa Tengah.
"Waspada potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau," ucap Arif dalam keterangan tertulis.
Warga di wilayah pegunungan dan area dengan tutupan lahan kering disarankan menghindari aktivitas yang memicu percikan api. Pemantauan titik panas biasanya meningkat pada periode suhu tinggi seperti ini.