SEMARANG — Stasiun Klimatologi Jawa Tengah membeberkan rincian awal musim hujan 2026–2027 dalam konferensi pers di Semarang, Rabu (30/9/2026). Musim hujan tahun ini diprediksi berlangsung lima hingga enam bulan, dengan puncak bertahap pada Januari sampai Maret 2027.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika Ahli Madya Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Zauyik Nana Ruslana, menyebut kondisi iklim global saat ini didominasi El Nino dengan indeks positif 2,63. Fenomena IOD yang sebelumnya netral pada Juni–September 2026 mulai bergerak positif sejak September dan diprediksi berlanjut hingga akhir tahun.
Sekitar enam persen wilayah Jawa Tengah diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada dasarian pertama November 2026 atau periode 1–10 November. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Wonosobo, sebagian Banjarnegara, sebagian kecil Temanggung, Purbalingga, Tegal, Brebes, dan Banyumas.
Enam persen wilayah lain baru masuk musim hujan pada dasarian kedua Desember atau 11–20 Desember 2026. Wilayah paling akhir memasuki penghujan mencakup sebagian besar Kabupaten Jepara, sebagian Rembang, serta sebagian kecil Demak, Pati, dan Wonogiri.
“Awal musim hujan di Provinsi Jawa Tengah umumnya terjadi pada November 2026, sebesar 58 persen dari total luasan wilayah Jateng masuk penghujan,” ujar Zauyik.
Berdasarkan pembagian Zona Musim, 24 zona atau sekitar 40 persen wilayah Jawa Tengah diprediksi mencapai puncak musim hujan pada Januari 2027. Sebanyak 22 zona mencapai puncak pada Februari, sedangkan delapan zona lainnya pada Maret 2027.
“Bila kita bandingkan dengan kondisi normalnya, maka musim hujan diprediksi mundur akibat dampak kemarau lebih panjang dan anomali iklim El Nino sangat kuat, serta IOD positif,” jelas Zauyik.
Perbedaan waktu awal musim hujan antardaerah membuat warga perlu menyesuaikan persiapan kebutuhan air dan jadwal tanam. Pemerintah daerah diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca karena intensitas hujan juga berpotensi berbeda di tiap wilayah.
Masa peralihan dari kemarau ke musim hujan diperkirakan mulai pertengahan Oktober 2026. Pada periode pancaroba itu, Stasiun Klimatologi Jawa Tengah mengingatkan potensi hujan lebat, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin puting beliung.
Sektor pertanian diminta membersihkan saluran irigasi untuk menekan risiko genangan dan banjir saat hujan mulai turun. Langkah ini penting karena awal musim hujan yang mundur membuat pola tanam harus disesuaikan dengan datangnya air.
“Waspadai banjir bandang, longsor, dan puting beliung pada pancaroba. Jika awal musim hujan diprediksi terjadi pada November, maka pancaroba diprediksi mulai pertengahan Oktober sebagai masa peralihan musim,” pungkas Zauyik.
BMKG mengimbau masyarakat menjaga kebersihan saluran air dan mengikuti informasi serta peringatan cuaca resmi. Warga di zona yang baru masuk penghujan pada Desember diminta tidak menganggap musim hujan datang serentak, karena selisih waktu antardaerah bisa mencapai lebih dari satu bulan.