Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Dorong 4,06 Juta UMKM Olah Singkong Jadi Es Krim dan Mocaf

Penulis: Oki Setiawan  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:31:32 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau produk olahan singkong dalam ajang Lumbung Karya Indonesia di Semarang.

SEMARANG — Dari jumlah 4,06 juta UMKM di Jawa Tengah, sebanyak 97,95 persen merupakan usaha mikro. Besarnya basis pelaku usaha itu dinilai belum cukup jika produk yang dijual masih berupa bahan mentah. Pengolahan komoditas lokal menjadi produk jadi disebut menjadi kunci agar nilai ekonomi yang dinikmati warga daerah ikut membesar.

"Pangan lokal tidak hanya berbicara tentang produksi, tetapi juga bagaimana bahan baku yang ada di daerah dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, menciptakan peluang usaha, dan membuka pasar yang lebih luas," kata Luthfi.

Singkong Cilacap Berubah Jadi Es Krim dan Kombucha

Contoh nyata datang dari Nirbaya Mocaf, UMKM yang diinisiasi Lapas Nirbaya, Nusakambangan, Cilacap. Singkong dari Cilacap dan daerah sekitarnya diolah menjadi tepung mocaf, lalu dikembangkan lagi menjadi es krim.

Kulit singkong pun tidak dibuang. Limbah itu diolah menjadi gula yang kemudian difermentasi menjadi kombucha, sementara ampasnya dimanfaatkan sebagai pakan ayam petelur.

"Semua bahan singkong kami ambil dari wilayah Cilacap dan sekitarnya, termasuk dari kebun singkong yang ditanam sendiri oleh warga binaan. Kami membeli dengan harga sesuai yang ditetapkan pemerintah," kata Kalapas Nirbaya Nusakambangan, Helmi Najih.

Dalam sepekan, produksi Nirbaya Mocaf mencapai sekitar dua ton singkong. Es krim yang dihasilkan memakai sekitar 80 persen bahan baku dari singkong. Nirbaya Mocaf menjadi salah satu penerima penghargaan dalam Final Showcase Lumbung Karya Indonesia.

Bank Jateng Siapkan Kredit Berbunga Rendah

Pemprov Jateng menyiapkan pendampingan dan pembinaan bagi UMKM yang ingin naik kelas. Dukungan pembiayaan disalurkan melalui Bank Jateng dengan skema kredit berbunga rendah agar pelaku usaha punya ruang menambah kapasitas produksi.

Luthfi menegaskan penguatan UMKM tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi lintas pemangku kepentingan dibutuhkan untuk membangun ekosistem usaha dari hulu hingga hilir.

"UMKM yang ada di Jawa Tengah harus bisa mengambil peluang tersebut. Pangan lokal jangan berhenti sebagai komoditas. Harus ada nilai tambah sehingga yang tumbuh bukan hanya produknya, tetapi juga usahanya, lapangan kerjanya, dan ekonomi daerahnya," ujarnya.

Lumbung Karya Indonesia Disebut Perlu Digelar Tiap Bulan

Lumbung Karya Indonesia berperan mengkurasi, mendampingi, dan membina pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas serta daya saing produk. Luthfi mengapresiasi ajang tersebut dan berharap frekuensinya ditambah.

"Saya mengapresiasi Lumbung Karya Indonesia karena merupakan salah satu kesempatan emas bagi seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk menampilkan karya dan inovasi produk yang memiliki nilai tambah. Kalau bisa event seperti ini dilakukan setiap bulan," kata Luthfi.

Staff Ahli Bidang Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Sugeng Santoso, menilai kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk membangun ekosistem pangan dan ekonomi yang berkelanjutan.

"Di sini ada sinergi banyak hal, dari hulu sampai hilir. Kami senang hadir ke sini untuk berkolaborasi karena dalam Lumbung Karya Indonesia ini ada startup, ekonomi kreatif subsektor kuliner, dan UMKM. Tiga hal ini diharapkan dapat berkontribusi dalam perekonomian," ujarnya.

Menurut Sugeng, Jawa Tengah punya basis ekonomi kuat karena ditopang sektor pertanian dan industri pengolahan. Pertemuan antara potensi bahan baku dan inovasi dinilai menjadi jalan agar produk pangan lokal memiliki nilai jual, identitas, dan pasar yang berbeda.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: puskapik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top