KEBUMEN — Plt. Direktur Perumda Air Minum Tirta Bumi Sentosa Kabupaten Kebumen, Bintoro Setiyowibowo, menyatakan penyaluran air bersih dilakukan secara berkala dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan ketersediaan air. Dropping air menggunakan mobil tangki itu menyasar kawasan yang sumber airnya mulai mengering, tidak hanya satu titik di Desa Kalijaya.
Kepala Desa Kalijaya, Nurhabib, menyebut RT 05 RW 01 Dukuh Tranala sebagai salah satu kawasan yang paling sulit mendapatkan air bersih. Kondisi alam di wilayah itu, menurutnya, sudah tidak memungkinkan lagi menyediakan sumber air yang memadai.
“Di sini memang sangat sulit air. Bukan hanya air bersih, tetapi sumber air secara umum juga sulit karena kondisi alam yang sudah tidak memungkinkan,” ungkap Nurhabib.
Bantuan dropping air tersebut diperkirakan membantu sekitar 70 hingga 80 kepala keluarga yang tinggal di wilayah itu. Warga mulai merasakan kesulitan air sejak pertengahan Agustus 2026.
Bintoro menjelaskan, jadwal penyaluran air diatur bergilir. Interval pengiriman bisa dua hari sekali atau tiga hari sekali, bergantung pada kebutuhan warga dan sisa stok air yang masih tersimpan di rumah masing-masing.
“Hari ini kami melakukan dropping bantuan air bersih untuk Desa Kalijaya, khususnya Dukuh Tranala. Sampai saat ini kami sudah menyuplai air bersih sebanyak delapan tangki,” kata Bintoro.
Air yang disalurkan dimanfaatkan warga untuk kebutuhan rumah tangga, mulai dari mandi, mencuci pakaian, hingga konsumsi sehari-hari. Salah seorang warga, Mita, mengaku sangat terbantu dengan bantuan tersebut.
“Alhamdulillah, dropping air ini sangat membantu warga. Sejak pertengahan Agustus, khususnya di Dukuh Tranala, kami sudah mulai kesulitan mendapatkan air,” tutur Mita.
Ia berharap dropping air bisa terus dilakukan setiap hari sebelum hujan turun, karena kebutuhan air sangat penting untuk kehidupan sehari-hari.
Bintoro mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dan menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Menurutnya, kemarau merupakan siklus tahunan yang harus dihadapi bersama.
“Musim kemarau ini merupakan siklus tahunan yang akan kita hadapi. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secukupnya dan menjaga lingkungan agar ketersediaan air tetap terjaga,” ujarnya.
PDAM juga meminta pelanggan segera melaporkan jika menemukan kebocoran jaringan air. Langkah itu dinilai penting agar kebocoran bisa cepat ditangani dan tidak membuang air sia-sia.
Nurhabib berharap distribusi air bersih terus berlanjut selama musim kemarau. Namun, ia menegaskan dropping air hanya solusi sementara yang tidak menyelesaikan akar masalah.
“Harapannya setiap musim kering seperti ini tetap ada dropping air. Ini memang solusi sementara, sehingga kami berharap ke depan bisa ada solusi jaringan air yang lebih permanen,” katanya.
Hingga kini, PDAM Tirta Bumi Sentosa belum menyebut jadwal pasti kapan penyaluran air ke Desa Kalijaya akan dihentikan. Distribusi akan terus disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kebutuhan warga setempat.