Merritt Wever Bicara Pelajaran Moral Film Primetime di Venice 2026

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Senin, 28 September 2026 | 22:02:01 WIB
Aktris Merritt Wever menghadiri pemutaran perdana film Primetime di Venice Film Festival 2026.

JAWA TENGAH — Merritt Wever mengungkap sisi gelap industri televisi lewat perannya sebagai produser fiktif Andie Bender dalam film Primetime, yang tayang perdana di Venice Film Festival 2026. Film garapan Lance Oppenheim ini menampilkan Robert Pattinson sebagai Chris Hansen, pembawa acara reality show kontroversial To Catch a Predator. Wever menyebut karakternya sebagai cerminan mereka yang membiarkan ambisi berbahaya tumbuh tanpa kendali.

Merritt Wever mengaku sudah mengenal To Catch a Predator jauh sebelum menerima peran dalam Primetime. Aktris kelahiran New York itu menyaksikan sendiri acara realitas tersebut saat masih tayang di televisi Amerika Serikat. Pengalamannya menonton membuat Wever penasaran bagaimana penonton generasi muda akan bereaksi terhadap film yang mengangkat kembali fenomena tersebut.

Sinopsis dan Premis Film Primetime

Primetime disutradarai Lance Oppenheim dan dibintangi Robert Pattinson sebagai Chris Hansen. Film ini mengangkat kisah di balik layar acara realitas To Catch a Predator yang populer pada awal abad ke-21. Acara tersebut awalnya dimaksudkan melindungi anak-anak dari predator online, namun berkembang menjadi tontonan yang mempertontonkan humiliasi para pelaku di televisi nasional.

Wever memerankan Andie Bender, produser acara yang menjadi salah satu tokoh kunci dalam keberlangsungan program kontroversial tersebut. Aktor Skyler Gisondo turut berperan sebagai Decoy Dan, umpan remaja dalam operasi jebakan acara itu.

Karakter Andie Bender dan Dua Serigala

Wever menegaskan bahwa Andie Bender bukan karakter yang didasarkan pada sosok nyata tertentu. Ia menyebut perannya sebagai karakter yang dibangun dari nol, berbeda dengan karakter Chris Hansen yang merupakan dramatisasi dan Decoy Dan yang disebutnya sebagai gabungan beberapa sosok.

Dalam wawancaranya, Wever mengungkap pendekatan yang dipakai untuk memahami karakter Andie. Ia dan sutradara Lance Oppenheim banyak membahas fabel dua serigala, tentang pertarungan antara sisi terang dan gelap dalam diri seseorang.

"Lance dan saya banyak berbicara tentang mencoba menemukan struktur untuk karakter yang berusaha memilih di antara dua serigala di dalam dirinya," ujar Wever.

Wever menggambarkan Andie sebagai sosok yang memiliki sisi buruk dan bergulat dengan pilihan apakah akan menyerah pada keburukan itu atau mengambil arah berbeda.

Riset dan Persiapan Peran

Untuk mendalami profesinya sebagai produser televisi, Wever melakukan riset ekstensif. Ia membaca banyak memoar dan menonton berbagai dokumenter tentang industri televisi. Meski demikian, Wever mengaku harus berhati-hati agar riset tidak membawanya ke arah yang tidak relevan dengan dunia film.

Ia juga menyoroti tantangan bermain sebagai karakter yang terinspirasi figur nyata. Wever mengaku kerap terikat pada sosok asli dan menjadikannya sebagai mercusuar dalam membangun karakter.

Reaksi dan Konteks Industri

Primetime menjadi salah satu film yang menyoroti dunia media dalam Venice Film Festival 2026. Festival tersebut juga menampilkan karya Alex Gibney tentang Elon Musk dan dramatisasi Danny Boyle soal kelahiran tabloid The Sun. Namun Primetime dinilai tampil paling mengganggu di antara film-film bertema media tahun ini.

Wever berharap penonton dapat melihat lapisan enabling atau pembiaran yang membuat ambisi berbahaya Chris Hansen tumbuh tanpa terkendali. Ia menyebut Andie sebagai representasi dari banyak pihak yang membiarkan hal tersebut terjadi.

"Dia karakter yang kamu pikir akan membuat pilihan berbeda. Dan dia yang justru tidak melakukannya," kata Wever.

Primetime telah tayang di Amerika Serikat dan menjadi salah satu judul yang paling banyak dibicarakan dari Venice Film Festival 2026. Film ini menawarkan refleksi tentang batas antara hiburan, etika, dan eksploitasi dalam industri televisi realitas.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: deadline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top