Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menilai penguasaan kecerdasan buatan atau AI menjadi kebutuhan penting untuk mendorong pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, dan transparan. Penilaian itu disampaikannya saat membuka ajang Local Exhibition Young Coder World Cup (YCWC) 2026 Wilayah Jawa Tengah-DI Yogyakarta di Wisma Perdamaian Kota Semarang. Ajang tersebut diikuti puluhan anak muda yang memamerkan dan melombakan berbagai aplikasi berbasis AI.
SEMARANG — Ajang YCWC 2026 Wilayah Jawa Tengah-DI Yogyakarta mempertemukan puluhan peserta muda yang membawa karya aplikasi berbasis kecerdasan buatan. Dari 250 pendaftar, sebanyak 50 peserta dinyatakan lolos tahap penyisihan dan berhak memamerkan inovasi mereka di hadapan dewan juri.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa teknologi AI dapat dikembangkan untuk membantu pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat secara lebih cepat dan efisien. Pernyataan itu disampaikannya ketika membuka kegiatan tersebut di Wisma Perdamaian Kota Semarang.
Taj Yasin menyoroti pentingnya mengarahkan generasi muda agar tidak berhenti menjadi pengguna berbagai platform digital. Menurutnya, anak-anak perlu didorong menjadi pencipta aplikasi dan program yang mampu memberikan solusi atas persoalan sehari-hari, termasuk mendukung kebutuhan pelayanan publik.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan YCWC 2026 yang dinilainya memberi kesempatan kepada anak-anak untuk belajar sekaligus mengembangkan inovasi berbasis teknologi. Kegiatan semacam itu, katanya, perlu terus diperbanyak dan dilakukan secara masif.
"Teknologi tersebut dapat dikembangkan untuk membantu pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat secara lebih cepat dan efisien," kata Taj Yasin di Magelang.
Dengan semakin banyak ruang bagi anak-anak untuk belajar coding dan AI, Taj Yasin menilai peluang munculnya inovator muda yang berkontribusi terhadap kemajuan daerah turut membesar. Ia optimistis kemampuan generasi muda Jateng di bidang teknologi berpotensi bersaing secara internasional.
Wagub berharap YCWC 2026 tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi menjadi momentum menjaring talenta muda yang mampu mengembangkan aplikasi dan program berbasis AI.
"Saya berharap dengan adanya eksibisi kali ini akan mencetuskan atau menjaring anak-anak yang luar biasa dalam program, sehingga ini akan membanggakan kita bersama," ujarnya.
Ketua Panitia YCWC 2026 Rahma Asyifa menyebutkan kompetisi ini dirancang tidak hanya mengasah kemampuan teknis peserta dalam coding dan AI. Peserta juga dilatih untuk mengasah kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi, sekaligus memperkuat literasi digital.
Menurut Rahma, YCWC 2026 memberi kesempatan kepada inovator muda untuk menciptakan solusi digital yang praktis dan solutif terhadap berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari.
"Ini untuk membuktikan bahwa generasi muda adalah pionir perubahan yang memegang kunci inovasi masa depan di level global," katanya.
Rangkaian YCWC di wilayah regional tersebut akan berlanjut hingga International Grand Final YCWC 2026.