PURWOREJO — MDMC Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah menempatkan Gunung Telon sebagai medan latihan karena karakteristik hutan dan perbukitannya dinilai mendukung praktik langsung di lapangan. Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga simulasi dan praktik lapangan selama lima hari.
Sekretaris MDMC Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Huda Khoirun Nahar, menyebut pelatihan ini menyasar relawan yang sudah memiliki dasar keterampilan SAR.
"Kami sedang menempa para relawan Muhammadiyah yang sudah memiliki dasar pengetahuan hutan rimba agar dapat meningkatkan kemampuannya, sehingga lebih profesional dalam penanganan darurat bencana, baik di Jawa Tengah maupun Indonesia," ujarnya.
Selama lima hari, peserta mendapatkan sejumlah materi teknis yang dirancang untuk operasi pencarian dan pertolongan di medan sulit. Cakupannya meliputi navigasi darat, manajemen perjalanan hutan, pertolongan pertama, komunikasi lapangan, teknik evakuasi, hingga survival dan pencarian korban.
Pendekatan yang dipakai adalah Competency Based Training (CBT) atau berbasis kompetensi. Metode ini menekankan tiga aspek sekaligus: pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Pembelajaran dilakukan melalui teori, simulasi, praktik lapangan, serta evaluasi. Tujuannya memastikan peserta mampu menerapkan materi saat menghadapi situasi nyata.
Huda menegaskan, relawan SAR tidak bisa hanya bermodal semangat kemanusiaan. Keterampilan teknis, kedisiplinan, kemampuan komunikasi, dan kerja sama tim menjadi syarat agar tugas dijalankan secara aman dan terkoordinasi.
Delapan kabupaten/kota di Jawa Tengah mengirimkan perwakilan dalam diklat ini. Komposisi lintas daerah itu membuat pelatihan sekaligus berfungsi sebagai ajang memperkuat jejaring dan koordinasi antarrelawan.
Dengan jaringan yang lebih rapat, para relawan diharapkan bisa bekerja secara terpadu ketika diterjunkan dalam operasi pencarian dan pertolongan.
Huda berharap hasil pelatihan ini berdampak langsung bagi masyarakat, terutama saat bencana atau kondisi darurat yang menuntut kehadiran relawan terlatih.
"Harapan kami, dengan pelaksanaan kegiatan ini, kami bisa memberikan yang terbaik kepada penerima manfaat nantinya," katanya.
Melalui diklat ini, MDMC Jawa Tengah membangun relawan yang tidak hanya peduli secara kemanusiaan, tetapi juga memiliki kompetensi dan kesiapsiagaan untuk memberikan pertolongan secara profesional.