PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memperkuat sinergi dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan para pelaku usaha kawasan industri untuk mendorong pertumbuhan investasi di Jawa Tengah. Penguatan kerja sama itu dibahas dalam pertemuan yang mempertemukan manajemen Bank Jateng, jajaran KIW, serta pimpinan perusahaan dan tenant di kawasan industri. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memperkuat ekosistem investasi dan dunia usaha yang lebih produktif dan kompetitif.
SEMARANG — Pertemuan yang digelar di Hotel Somerset Queen City Mall Semarang, Kamis (24/9), mempertemukan Bank Jateng dengan jajaran manajemen KIW serta para pimpinan perusahaan dan tenant di kawasan industri. Agenda itu menjadi ruang bagi kedua pihak memetakan kebutuhan layanan keuangan bagi pelaku usaha di kawasan.
Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko menegaskan bahwa posisi bank daerah tidak berhenti pada fungsi intermediasi. Menurutnya, Bank Jateng punya peran strategis menggerakkan perekonomian daerah lewat dukungan terhadap dunia usaha, pengelolaan keuangan pemerintah daerah, dan penciptaan nilai bagi masyarakat Jawa Tengah.
"Bank Jateng tidak hanya menjalankan fungsi intermediasi sebagai lembaga perbankan, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai penggerak perekonomian daerah melalui dukungan terhadap dunia usaha, pengelolaan keuangan pemerintah daerah, serta penciptaan nilai bagi masyarakat Jawa Tengah," katanya.
Bambang menyebut perjalanan Bank Jateng melayani dunia usaha sejak 1963 sebagai bagian dari upaya membangun rantai nilai ekonomi yang berkelanjutan. Dana masyarakat yang dihimpun disalurkan ke sektor-sektor produktif untuk mendorong pertumbuhan usaha dan menciptakan lapangan kerja.
Penyaluran itu, kata dia, turut memperkuat perputaran ekonomi dan memberi kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah. Capaian tersebut dinilai bukan sekadar indikator kinerja perusahaan, melainkan cerminan kepercayaan masyarakat dan kapasitas Bank Jateng menjalankan fungsi intermediasi.
"Angka-angka tersebut merupakan cerminan dari kepercayaan masyarakat, kemampuan intermediasi, serta kapasitas Bank Jateng untuk terus memberikan layanan kepada masyarakat dan dunia usaha," ujarnya.
Direktur Bisnis Dana, Jasa, dan UMKM Bank Jateng Anna Kusumarita menekankan pentingnya layanan perbankan yang mampu mengikuti kebutuhan dunia usaha yang semakin berkembang. Pelaku usaha kini tidak hanya membutuhkan layanan perbankan dasar, tetapi juga solusi yang mendukung efisiensi operasional hingga pengembangan bisnis.
Kebutuhan tersebut mencakup cash management, layanan pembayaran dan payroll, digital banking, payment solution, pembiayaan modal kerja, pembiayaan investasi, remittance, letter of credit (L/C), SKBDN, hingga supply chain financing.
"Bank Jateng ingin membangun hubungan yang lebih dari sekadar penyedia layanan rekening perusahaan, tetapi menjadi mitra strategis atau business partnership yang tumbuh bersama, mendukung keberlanjutan usaha, dan menciptakan nilai bagi perusahaan maupun perekonomian Jawa Tengah," kata Anna.
Anna menjelaskan, posisi KIW sebagai kawasan industri membuka ruang kolaborasi yang luas karena di dalamnya terdapat berbagai pelaku ekonomi. Mulai dari tenant, karyawan, supplier, vendor, distributor, merchant hingga customer.
Dalam ekosistem tersebut, Bank Jateng dapat menyediakan beragam kebutuhan layanan, mulai dari rekening operasional, cash management, payroll, payment, QRIS, EDC, virtual account, digital banking, hingga pembiayaan modal kerja, investasi dan supply chain financing.
"Bank Jateng siap hadir sebagai financial partner dalam mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan usaha, transaction partner yang memberikan kemudahan dan keamanan transaksi, serta growth partner yang membuka peluang pembiayaan dan pengembangan bisnis," ujarnya.
Direktur Utama KIW Rezza Arief Budy Artha menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perbankan, kawasan industri, investor, dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, kolaborasi itu berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan transaksi ekonomi.
"Pemerintah, perbankan, kawasan industri, investor dan dunia usaha tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Ketika kita berkolaborasi, maka investasi dapat tumbuh, usaha berkembang, lapangan kerja terbuka, transaksi ekonomi meningkat, dan pada akhirnya perekonomian Jawa Tengah menjadi semakin kuat," kata Rezza.
Rezza menambahkan, sinergi antar pemangku kepentingan diperlukan untuk menciptakan ekosistem investasi dan dunia usaha yang semakin kuat di Jawa Tengah.
"Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam membangun iklim investasi dan dunia usaha yang semakin produktif dan kompetitif. Karena itu, sinergi antara pemerintah, perbankan, kawasan industri dan para pelaku usaha perlu terus diperkuat," ujarnya.
Melalui pertemuan itu, Bank Jateng menegaskan komitmennya untuk tidak hanya dikenal sebagai bank yang melayani pemerintah daerah, tetapi juga sebagai mitra dunia usaha yang memahami kebutuhan pengusaha dan mampu memberikan solusi keuangan.