PAGERBARANG — Anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi PKB, Akhmad Sayuti, turun langsung ke sawah bersama petani untuk membuka akses Jalan Usaha Tani di kawasan Blok Tipar, Desa Pagerbarang. Legislator yang membawahi Dapil VI meliputi Pagerbarang, Margasari, dan Balapulang itu menyebut kerja bakti dilakukan karena jalur tersebut sebelumnya sama sekali belum tersentuh JUT yang memadai.
"Kami kerja bakti bersama petani membuat jalan usaha tani di sekitar area persawahan," tutur Akhmad Sayuti, Kamis (24/9/2026).
Perjuangan petani Pagerbarang belum selesai meski badan jalan sudah diperlebar. Jalur sepanjang kurang lebih 800 meter yang menghubungkan persawahan Blok Tipar hingga Desa Kertaharja itu baru sebatas bisa dilintasi sepeda motor.
Mobil dan kendaraan roda empat lainnya belum dapat melintas. Penyebabnya, struktur tanah jalan belum mendapatkan pengerasan material makadam.
"Kondisinya memang belum sesuai harapan petani. Jalan sudah kami buka dan lebarkan, tetapi masih membutuhkan makadam agar bisa dilalui kendaraan roda empat," ungkap Sayuti.
Ketersediaan akses bagi kendaraan roda empat menjadi kebutuhan mendesak bagi kalangan petani. Pada puncak masa panen, komoditas hasil tani dalam tonase besar harus segera dipindahkan keluar dari area lahan.
Selama mobil belum bisa masuk, biaya angkut hasil panen membengkak karena proses pemindahan harus dilakukan bertahap dengan kendaraan yang lebih kecil. Kondisi itu turut memperlambat rantai distribusi hasil bumi dari lahan ke pengepul maupun pasar.
Infrastruktur JUT yang memadai berperan penting dalam rantai produksi pertanian. Jalur yang mantap tidak hanya mempermudah mobilitas di sekitar lahan, tetapi juga menekan ongkos operasional petani.
Di Kecamatan Pagerbarang, keterbatasan JUT yang layak masih menjadi kendala utama saat musim panen tiba. Kondisi itu yang mendorong petani dan legislatornya memilih bergotong royong membuka akses secara swadaya.
Namun, kerja bakti tanpa dukungan material hanya mampu memperlebar badan jalan. Pengerasan makadam membutuhkan anggaran dan peralatan yang tidak bisa dipenuhi sendiri oleh warga.
Petani berharap ada intervensi dari Pemkab Tegal untuk melanjutkan pembukaan JUT Blok Tipar hingga tahap pengerasan. Jalur yang sudah diperlebar menjadi 2,5 meter itu tinggal menunggu material makadam agar kendaraan roda empat bisa melintas.
Jika terealisasi, akses mobil ke area persawahan akan memangkas waktu dan biaya pemindahan hasil panen. Bagi petani Pagerbarang, jalan yang bisa dilintasi roda empat berarti ongkos angkut yang lebih ringan dan distribusi hasil bumi yang lebih cepat saat panen tiba.