Pemkab Tegal Latih 20 Petugas Layanan Publik Kuasai Bisindo, Gandeng Instruktur Tuli Gerkatin

Penulis: Oki Setiawan  •  Rabu, 23 September 2026 | 07:01:01 WIB
Peserta mengikuti pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) di Aula UPTD Loka Bina Karya Dinsos Kabupaten Tegal.

SLAWI — Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan Bisindo yang diinisiasi Dinas Sosial Kabupaten Tegal. Peserta merupakan perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), institusi pendidikan tinggi, hingga sektor swasta yang mempekerjakan staf disabilitas.

Kegiatan dipusatkan di Aula UPTD Loka Bina Karya Dinsos Kabupaten Tegal selama tiga hari. Materi disampaikan langsung oleh instruktur dari Gerkatin Kabupaten Tegal.

Materi Bertingkat: dari Abjad hingga Simulasi Pelayanan

Pelatihan dibagi dalam tiga tingkatan materi. Tahap awal peserta mempelajari abjad dan gestur dasar Bisindo.

Materi berlanjut ke penyusunan kalimat untuk percakapan tingkat lanjut. Pada tahap akhir, peserta menjalani simulasi langsung menghadapi situasi pelayanan riil.

Kepala UPTD Loka Bina Karya, Umi Diah Arti, menyampaikan bahwa peserta dapat mempelajari dasar-dasar bahasa isyarat sekaligus memahami struktur tata bahasa isyarat untuk percakapan yang lebih kompleks.

"Dari kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan layanan dan melatih petugas pelayanan publik dalam memberikan layanan disabilitas tuna rungu wicara dengan lebih baik," jelas Umi.

Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Berhenti Berinovasi

Mewakili Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal Tri Guntoro, Kabid Pemberdayaan Sosial dan Kepahlawanan Singgih Eling Samudra menekankan pentingnya terobosan di sektor publik. Menurutnya, masalah pendanaan tidak boleh membatasi peningkatan kualitas layanan.

"Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berinovasi, untuk meningkatkan komunikasi yang efektif agar dapat berkomunikasi dengan lancar di tengah masyarakat khususnya penyandang disabilitas tuna rungu wicara supaya dapat terwujud kebijakan yang ramah disabilitas," tegas Singgih.

Singgih menyebut pelatihan ini bukan sekadar kegiatan formalitas. Program tersebut dinilai sebagai aksi konkret pemerintah daerah dalam membentuk lingkungan sosial yang sigap terhadap kebutuhan penyandang disabilitas.

Dua Kelompok Sasaran: Warga Tuli dan Petugas Layanan

Pelatihan Bisindo menyasar dua sisi sekaligus. Warga tuli dan bisu memperoleh kemudahan komunikasi saat mengurus layanan administrasi.

Di sisi lain, petugas pelayanan publik dibekali kemampuan dasar berkomunikasi tanpa bergantung pada perantara. Ketersediaan akses dasar yang setara menjadi prioritas Pemkab Tegal demi melindungi seluruh warga tanpa diskriminasi.

Program ini juga menjamin keterbukaan informasi bagi penyandang disabilitas tuna rungu wicara. Pemkab Tegal menyatakan komitmennya mendorong pemerataan akses layanan publik bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pelatihan Serupa Berpotensi Diperluas ke Instansi Lain

Peserta pelatihan berasal dari lintas instansi, bukan hanya OPD. Kehadiran perwakilan kampus dan swasta menunjukkan kebutuhan Bisindo tidak terbatas di kantor pemerintah.

Dinsos Kabupaten Tegal belum merinci jadwal pelatihan lanjutan. Namun, pelibatan Gerkatin sebagai instruktur membuka peluang kerja sama serupa dengan instansi lain di wilayah setempat.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: radartegal.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top