PATI — Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Binmas) Kemenag Pati, M. Ahsin, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, hasil ini menegaskan posisi Pati sebagai salah satu daerah andalan dalam ajang MTQ di tingkat provinsi.
Kabupaten Pati mengirimkan 10 kafilah ke MTQ Nasional. Delapan di antaranya berhasil menembus babak final dan menyumbang juara dari sejumlah cabang perlombaan.
Ahsin merinci cabang-cabang yang menyumbang juara bagi kontingen Pati. Cabang Musabaqah Syarhil Quran (MSQ) menjadi penyumbang terbanyak, disusul Tilawah Putra Putri, Karya Tulis Ilmiah Al-Quran (KTIQ), dan Fahmil Quran.
"Cabang terbanyak menyumbang juara itu cabang MSQ (Musabaqah Syarhil Quran), kemudian Tilawah Putra Putri dapat, kemudian KTIQ Karya Tulis Ilmiah, Fahmil Quran," terang Ahsin.
Keberhasilan ini tidak lepas dari persiapan panjang yang dilakukan Kabupaten Pati. Ahsin menyebut daerahnya sudah memiliki wadah-wadah pencetak juara MTQ yang tersebar di beberapa kecamatan.
"Untuk Pati memang persiapannya sudah lama, kantong-kantong MTQ ini dari Dukuhseti, dari Winong, kemudian Pati sendiri," kata dia.
Kantong-kantong pembinaan tersebut menjadi fondasi bagi lahirnya generasi qari dan qariah yang mampu bersaing di level nasional. Pembinaan yang berkelanjutan di tingkat kecamatan membuat Pati konsisten mengirimkan peserta berkualitas ke ajang MTQ.
Ahsin menegaskan, capaian ini menunjukkan kafilah Kabupaten Pati selalu menjadi andalan dalam ajang MTQ, khususnya di Jawa Tengah.
"Alhamdulillah Pati masih bisa menjadi andalan di Jawa Tengah untuk MTQ. Alhamdulillah tahun ini MTQ Nasional yang berlangsung di Jawa Tengah dari Kota Semarang, Pati mengirim 10 kafilah, kebetulan yang masuk final ada 8 anak," ujar Ahsin.
Dengan delapan dari sepuluh peserta lolos final, rasio keberhasilan kafilah Pati tergolong tinggi. Prestasi ini menempatkan Pati sebagai penyumbang juara terbanyak kedua di antara kabupaten dan kota se-Jawa Tengah pada MTQ Nasional 2026.