SEMARANG — Ketua PMI Kota Semarang Awal Prasetyo menyatakan penguatan kesiapsiagaan menjadi bagian penting dari misi kemanusiaan lembaga tersebut. Dana yang dihimpun tidak hanya disiapkan untuk membantu warga saat bencana terjadi, tetapi juga mendorong upaya pencegahan agar masyarakat mampu menghadapi risiko di wilayah masing-masing.
“Tujuan utama PMI Kota Semarang adalah memproteksi hidup dan kesehatan masyarakat Kota Semarang dengan fokus pada pencegahan,” kata Awal seusai penutupan Bulan Kemanusiaan PMI Kota Semarang 2026 di Wisma Perdamaian, Sabtu (19/9/2026).
Salah satu strategi yang dijalankan PMI adalah meningkatkan kapasitas relawan melalui pelatihan sekaligus membangun kesadaran masyarakat soal potensi bencana. Program Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) jadi instrumen utama, melibatkan warga di tingkat kelurahan, terutama wilayah berpotensi maupun berisiko bencana.
“Semua bentuk bencana kita antisipasi dengan cara pembinaan relawan dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengatasi risiko bencana yang ada di tempatnya masing-masing,” ujar Awal.
Selain Sibat, PMI mengoptimalkan unsur kerelawanan lain seperti Palang Merah Remaja (PMR) dan Korps Sukarela (KSR).
Meski menekankan pencegahan, PMI Kota Semarang tetap menyiapkan respons saat warga menghadapi bencana maupun kondisi darurat. Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan dasar, distribusi air bersih, layanan ambulans gratis, hingga pengantaran jenazah.
“Semua itu dikembalikan pada masyarakat yang bergotong royong untuk menolong masyarakat lain yang memerlukan,” tutur Awal.
Dari total donasi Rp3,086 miliar, PMI Kota Semarang menyerahkan sekitar Rp308 juta atau 10 persen kepada PMI Jawa Tengah. Sekitar 80 persen hasil penggalangan dikembalikan kepada masing-masing kecamatan berdasarkan perolehan donasi di wilayah tersebut.