JEPARA — Kekalahan ini melengkapi catatan buruk Persijap di tiga laga awal musim. Sebelumnya, tim asuhan Mario Lemos kalah 0-2 dari Madura United pada laga perdana dan takluk 0-1 dari Borneo FC Samarinda pada pertandingan kedua.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Persijap mengawali pertandingan dengan agresif. Tuan rumah membuka keunggulan pada menit ke-13 melalui titik putih setelah pemain belakang Persib melakukan handsball di kotak terlarang.
Pirullo yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik. Keunggulan 1-0 itu membuat Persijap meningkatkan intensitas serangan untuk menekan pertahanan Persib.
Keunggulan Persijap tidak bertahan lama. Persib merespons tekanan tuan rumah dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-21 melalui sundulan Thom Haye, memanfaatkan umpan silang Mario Peralta.
Skor imbang bertahan hingga turun minum. Kedua tim sempat terlibat jual beli serangan di sisa waktu babak pertama.
Memasuki babak kedua, Persijap berupaya mengambil kendali permainan. Persib justru tampil lebih efektif dan membalikkan keadaan lewat gol William Barros pada menit ke-55.
Gol itu membuat tim tamu unggul 2-1. Bola tersebut menjadi yang kedua harus dipungut kiper Persijap, Rakasurya Handika, dari gawangnya sendiri.
Tertinggal 1-2, Persijap tidak tinggal diam. Laskar Kalinyamat meningkatkan tekanan dan melancarkan serangan bertubi-tubi ke pertahanan Persib yang dikawal Teja Paku Alam.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tuan rumah gagal memanfaatkan peluang yang ada menjadi gol penyama kedudukan. Skor 1-2 untuk kemenangan Persib bertahan hingga laga usai.
Laga melawan Persib menjadi debut Mario Lemos sebagai pelatih kepala Persijap. Posisi tersebut sebelumnya ditempati Juan Cortes yang kini beralih peran menjadi direktur teknik.
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi bagi Persijap untuk memperbaiki performa pada laga berikutnya. Dukungan suporter dan kerja keras seluruh elemen tim diharapkan menjadi modal bagi Laskar Kalinyamat untuk segera bangkit dan meraih hasil positif.