NasDem Jateng Luncurkan Layanan Curcol untuk Pekerja Migran dan Informal, Bisa Diakses Luring dan Daring

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Senin, 21 September 2026 | 12:01:02 WIB
Ketua Bidang Migran DPW NasDem Jateng, Nur Amalia, menyampaikan layanan pengaduan Curcol bagi pekerja dan pekerja migran asal Jawa Tengah.

SEMARANG — Ketua Bidang Migran DPW NasDem Jateng, Nur Amalia, menyatakan RM-CEN Jateng telah menyiapkan layanan pengaduan Curcol yang menyasar pekerja maupun pekerja migran asal Jawa Tengah. Layanan ini tersedia dalam dua jalur akses, yakni tatap muka dan daring.

Menurut Nur Amalia, pelaksanaan Curcol akan dilakukan secara rutin dengan menggandeng serikat pekerja dari berbagai sektor. Cakupannya meliputi pekerja formal, informal, dan mereka yang bekerja di sektor care economy.

"Karena Rumah Migran NasDem peduli domestik dan luar negeri maka Curcol darat dan udara akan kita laksanakan secara rutin. Kita akan bersinergi dengan serikat-serikat pekerja formal, informal dan terutama yang bekerja di sektor Care Economy," ungkap Nur Amalia.

Perluasan Definisi Pekerja Melampaui Buruh Pabrik

Ketua Bidang Migran DPP NasDem, Eva Sundari, menilai spektrum pekerja saat ini tidak lagi terbatas pada buruh industri. Ia menyebut pekerja migran, pekerja rumah tangga, pekerja informal, pekerja platform, pekerja muda, hingga care workers sebagai bagian dari ekosistem yang menopang kehidupan masyarakat.

"Pekerja bukan hanya buruh pabrik. Kita harus melihat seluruh ekosistem pekerja yang menopang kehidupan masyarakat," tegas Eva saat membuka diskusi.

Eva mendorong pergeseran paradigma kebijakan ketenagakerjaan dari sekadar worker protection menuju worker development. Pekerja, menurutnya, membutuhkan ruang untuk meningkatkan kompetensi, memperoleh sertifikasi, mengembangkan usaha, dan menaikkan taraf kesejahteraan keluarga.

Advokasi Anggaran untuk Perlindungan Pekerja Migran

Novi Kurniasih dari Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Jawa Tengah menyoroti pentingnya advokasi anggaran untuk mewujudkan perlindungan pekerja migran yang ideal. Ia menilai intervensi kebijakan daerah melalui Peraturan Gubernur dan Peraturan Bupati sangat mendesak.

Menurut Novi, payung regulasi tersebut diperlukan untuk memastikan ketersediaan anggaran, khususnya dalam penanganan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

BP3MI Jateng Sambut Baik Inisiatif RM-CEN

Kepala BP3MI Jawa Tengah, Dewi Aryani, menyambut baik gagasan Rumah Migran NasDem Jateng yang memadukan empat fungsi esensial. Keempatnya adalah pelindungan, peningkatan kapasitas SDM, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan komunitas.

Dewi berharap RM-CEN dapat menjadi mitra strategis BP3MI Jateng ke depannya.

Care Economy sebagai Pilar yang Kerap Terabaikan

Care economy atau ekonomi perawatan mencakup pengasuhan anak, perawatan lansia, pendampingan penyandang disabilitas, hingga pekerjaan rumah tangga. Sektor ini dipandang sebagai pilar penting yang menopang roda kehidupan sehari-hari masyarakat, namun kerap luput dari perhatian kebijakan.

Diskusi rangkaian kegiatan Gemuruh NasDem Jawa Tengah tersebut membahas tantangan dan masa depan pekerja di tengah perubahan struktur ekonomi. Forum ini berlangsung di Semarang, Sabtu, 19 September 2026.

Kesimpulan: Pekerja Harus Jadi Subjek Pembangunan

Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi NasDem, Irma Chaniago, menegaskan perlunya politik ketenagakerjaan yang lebih inklusif. Negara dan pemangku kepentingan, menurutnya, tidak boleh hanya hadir saat terjadi letupan konflik industrial.

Ia menilai pendampingan terhadap pekerja harus berjalan dalam proses peningkatan kapasitas menuju kesejahteraan.

"Pekerja jangan hanya menjadi objek kebijakan. Pekerja harus menjadi subjek pembangunan dan subjek politik," pungkas Irma Chaniago.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top