SEMARANG — Perjalanan jauh dari Cilacap ke Semarang bukan halangan bagi Islah untuk datang ke Job Fair. Ia mengaku sudah tiga bulan tidak bekerja sejak kontraknya di PT Sami Semarang berakhir.
"Saya sudah tiga bulan menganggur, sebelumnya kerja di PT Sami Semarang dengan sistem kontrak dua tahun," kata Islah melalui penerjemah juru bahasa isyarat.
Berbekal pengalaman dua tahun di bagian packing dan pelabelan barang, Islah berharap bisa kembali bekerja. Baginya, pekerjaan bukan sekadar sumber penghasilan.
Islah menyebut pekerjaan menjadi jalan untuk mewujudkan keinginan membangun keluarga. Ia ingin menikah dan memiliki anak seperti orang lain pada umumnya.
"Aku berharap ke depan bisa sukses, karena aku ingin nikah untuk masa depan, ingin berkeluarga juga punya anak seperti orang-orang pada umumnya," ujar Islah.
Cerita serupa datang dari Uli Endah Wury Sulistiani (36) atau Wury. Ia kembali mendatangi Job Fair setelah sebelumnya hadir pada 21 Agustus 2025.
Selama ini Wury masih mengandalkan penghasilan sebagai pengemudi ojek online. Lulusan SMA itu mengaku sudah enam bulan mencari pekerjaan tetap dan sempat melamar hingga Jakarta serta Bekasi.
"Sudah enam bulan cari kerja. Masih jadi ojol juga. Tapi sekarang aku butuh pekerjaan yang tetap selain ojol," harap Wury.
Dalam Job Fair Semarang kali ini, Islah dan Wury membidik perusahaan yang membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Dua di antaranya Super Indo dan perusahaan pengolahan sarang burung walet.
Keduanya berharap kesempatan tersebut dapat membuka jalan untuk mendapatkan pekerjaan sesuai kemampuan dan minat mereka.