Vespa GTS 250 vs Honda Forza 250: Beda Rp1,95 Juta, Pilih Gaya atau Fungsi?

Penulis: Oki Setiawan  •  Minggu, 13 September 2026 | 14:32:31 WIB
Vespa GTS Super Tech 250 dipasarkan Rp97 juta OTR Jakarta.

JAWA TENGAH — Vespa GTS Super Tech 250 dipasarkan Rp97 juta OTR Jakarta, sementara Honda Forza 250 dijual Rp98,95 juta OTR Jakarta. Selisihnya hanya sekitar Rp1,95 juta — angka yang nyaris tidak berarti di kelas skuter gambot premium.

Keduanya mengusung mesin 250 cc satu silinder berpendingin cairan. Tapi begitu masuk ke detail desain, fitur, dan fungsionalitas, dua skuter ini jelas menyasar pembeli yang berbeda.

Desain: Ikon Klasik vs Karakter GT Modern

Vespa GTS Super Tech 250 mempertahankan bahasa desain khas Vespa — bodi membulat, garis minimalis, dengan sentuhan material premium. Identitas klasiknya lebih menonjolkan kesan elegan dan ikonik dibanding sporty.

Pilihan warnanya cuma dua: Grey Ottimista Matt dan White Innocente.

Honda Forza 250 ambil arah sebaliknya. Bodi gambot dengan karakter grand touring yang tegas, terutama lewat desain fascia dan windscreen elektrik. Warna yang tersedia lebih variatif: Pearl Shining Black, Candy Rosy Red, Pearl Jublee White, dan Pearl Smoky Gray.

Fitur: Konektivitas Vespa MIA vs Kepraktisan Forza

Vespa GTS 250 dibekali panel TFT penuh 5 inci yang menampilkan kecepatan, konsumsi bahan bakar, dan status kendaraan. Sistem konektivitas Vespa MIA memungkinkan smartphone terhubung untuk navigasi, notifikasi telepon dan pesan, hingga kontrol musik.

Keyless system jadi perlengkapan standar, ditambah dual channel ABS dan ASR (Anti Slip Regulation) sebagai kontrol traksi.

Honda Forza 250 juga pakai panel TFT 5 inci. Informasi yang ditampilkan mencakup kecepatan, putaran mesin, bahan bakar, konsumsi BBM, dan status Honda Selectable Torque Control (HSTC).

Untuk kenyamanan harian, Forza menyediakan Multi-Function Switch, Honda Smart Key dengan alarm anti-maling dan Answer Back System, serta USB Type-C charger.

Mesin: Forza Lebih Bertenaga, Vespa Lebih Responsif di Putaran Bawah

Vespa GTS Super Tech 250 mengandalkan mesin 249 cc HPE (High Performance Engine) yang dirancang memberi respons lebih baik dari generasi sebelumnya. Tenaga tertingginya 22,1 dk di 7.750 rpm dengan torsi 22,1 Nm di 6.000 rpm.

Honda Forza 250 memakai mesin 249,9 cc SOHC eSP+ dengan sistem PGM-FI. Outputnya 17 kW atau sekitar 23,1 dk pada 7.750 rpm, dengan torsi puncak 24 Nm di 6.250 rpm.

Artinya, Forza unggul tipis di tenaga dan torsi puncak. Tapi torsi Vespa yang mencapai puncak lebih awal — di 6.000 rpm — bisa terasa lebih responsif untuk stop-and-go perkotaan.

Forza juga mengadopsi teknologi minim gesekan untuk mendukung efisiensi bahan bakar, klaim yang masuk akal mengingat mesin eSP+ Honda memang dirancang untuk konsumsi BBM irit di kelasnya.

Fungsionalitas: Bagasi 48 Liter Forza Sulit Ditandingi

Di sektor kepraktisan, Honda Forza 250 punya keunggulan yang sulit dibantah. Bagasinya berkapasitas 48 liter dan diklaim mampu menampung dua helm sekaligus barang bawaan lain. Bagasi itu kini dilengkapi lampu LED agar lebih mudah digunakan saat minim cahaya.

Windscreen elektrik yang bisa diatur ketinggiannya menambah fleksibilitas untuk perjalanan dalam kota maupun touring.

Vespa GTS 250 menawarkan pendekatan berbeda. Fungsionalitasnya bisa ditingkatkan lewat aksesori resmi: top box, backrest, rear leather bag, front dan rear carrier, rubber floormat, serta protection bars. Tapi semuanya opsional — dan itu berarti tambahan biaya di luar Rp97 juta.

Untuk keselamatan, Forza dibekali ABS dua channel dan Emergency Stop Signal (ESS). Sistem HSTC membantu mengurangi risiko slip saat kondisi traksi berubah.

Kelebihan dan Kekurangan

Vespa GTS Super Tech 250:

  • Desain ikonik yang tidak dimiliki skuter Jepang mana pun
  • Konektivitas Vespa MIA lengkap: navigasi, notifikasi, kontrol musik
  • Torsi puncak di rpm lebih rendah, responsif untuk stop-and-go
  • Pilihan warna terbatas — hanya dua opsi
  • Fungsionalitas bergantung aksesori tambahan berbayar
  • Tidak ada windscreen elektrik

Honda Forza 250:

  • Bagasi 48 liter — muat dua helm sekaligus
  • Windscreen elektrik yang bisa diatur ketinggiannya
  • Tenaga dan torsi puncak lebih besar (23,1 dk / 24 Nm)
  • Fitur keselamatan lengkap: ABS, ESS, HSTC
  • Desain kurang punya nilai ikonik dibanding Vespa
  • Harga Rp1,95 juta lebih mahal

Verdict: Tergantung Prioritas Anda

Dengan selisih harga hanya Rp1,95 juta, keputusan tidak ditentukan oleh uang. Vespa GTS Super Tech 250 cocok untuk Anda yang mengutamakan desain ikonik, konektivitas smartphone, dan personalisasi lewat aksesori resmi.

Honda Forza 250 lebih tepat untuk pembeli yang butuh kepraktisan harian — bagasi besar, windscreen elektrik, dan fitur keselamatan lengkap tanpa perlu tambahan biaya aksesori.

Kalau Anda sering membawa barang bawaan atau rutin touring, Forza jawabannya. Kalau Anda membeli skuter sebagai pernyataan gaya dan tidak keberatan merogoh kocek lebih dalam untuk aksesori, Vespa yang masuk hitungan.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: otorider.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top