JAWA TENGAH — Kasus yang sempat ramai di media sosial ini bermula dari laporan seorang konsumen yang sudah membayar lunas unit Wuling Air ev, namun kendaraan tak kunjung diserahkan. Transaksi dilakukan ke rekening atas nama perusahaan, dan diduga ada permasalahan internal antara oknum sales dengan pihak dealer. Konsumen tersebut bahkan meminta pendampingan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, untuk mendatangi dealer dan mempertanyakan status pembeliannya.
Manajemen Wuling Motors merespons cepat kasus ini. Dalam keterangan resminya, mereka mengaku telah bertemu langsung dengan konsumen yang menjadi korban pada 5 September 2026. Pertemuan ini digelar khusus untuk membahas langkah penyelesaian dengan mengutamakan hak dan kepentingan konsumen.
"Hasilnya, disepakati penyerahan satu unit Wuling Air ev kepada konsumen. Tak menunggu lama, proses serah terima unit langsung dituntaskan pada hari yang sama," bunyi pernyataan resmi Wuling.
Wuling tidak berhenti pada penyelesaian kasus individual. Pabrikan asal Tiongkok ini menginstruksikan dealer terkait untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh transaksi penjualan yang pernah ditangani oleh oknum wiraniaga bersangkutan.
"Apabila ditemukan pelanggaran lainnya, dealer perlu segera melakukan tindak lanjut sesuai dengan hasil pengecekan dan ketentuan yang berlaku," tulis Wuling dalam keterangan resminya.
Wuling menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkuat proses dan mencegah terulangnya permasalahan serupa di kemudian hari:
Konsumen yang mengalami kendala serupa dapat menghubungi layanan Customer Care Wuling Motors melalui 0800-100-5050 yang tersedia 24 jam. Wuling juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu proses penyelesaian masalah ini.
"Wuling Motors berkomitmen untuk memastikan setiap konsumen mendapatkan haknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta terus menjaga kepercayaan konsumen terhadap brand dan produk Wuling," bunyi pernyataan resmi Wuling.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi konsumen agar selalu melakukan pembayaran melalui kanal resmi dealer dan menyimpan bukti transaksi dengan baik. Meski penyelesaian kali ini relatif cepat setelah viral, proses pembelian kendaraan tetap perlu ekstra kehati-hatian, terutama untuk transaksi bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah.