JAWA TENGAH — Googlebook, lini laptop premium yang digadang bakal menjadi pesaing MacBook dan laptop Windows terbaik, memang belum dirilis. Namun, jejak sistem operasinya sudah bisa dirasakan lebih awal lewat mode desktop Android 17 yang tersedia di ponsel Pixel terbaru.
Pengguna yang tak sabar menunggu perilisan hardware-nya bisa mencoba pengalaman serupa sekarang juga. Cukup sambungkan ponsel Pixel seperti Pixel 11 Pro atau Pixel 9 Pro XL ke monitor, lalu aktifkan opsi "Desktop" pada pengaturan mirroring layar.
Saat diuji di lab, tampilan yang muncul langsung mengingatkan pada bocoran antarmuka Googlebook yang beredar. Taskbar berada di bagian bawah layar untuk menyematkan aplikasi, ditambah satu tombol untuk membuka daftar semua aplikasi.
Perbedaan paling mencolok ada pada penghilangan tombol multitasking di sisi kanan layar pada bocoran Googlebook. Ini wajar karena antarmuka laptop memang dioptimalkan untuk keyboard dan mouse, bukan sentuhan jari.
Kemiripan lain terlihat dari cara aplikasi terbuka dalam jendela dengan title bar yang bisa diubah ukurannya dan dipindahkan. Peluncur aplikasi yang berada di tengah layar juga sama persis dengan yang ada di mode desktop Android 17.
Google tentu tak akan serta-merta menjadikan mode desktop Android 17 sebagai pengganti Googlebook. Masih ada sejumlah fitur penting yang belum tersedia dan kemungkinan besar baru hadir di laptop tersebut.
Berdasarkan bocoran yang beredar, Googlebook nantinya akan mendukung penyematan aplikasi langsung di desktop, kustomisasi warna sistem, hingga pintasan di sudut layar. Notifikasi juga tampaknya akan dikelola lewat panel khusus yang terpisah, mirip dengan Samsung DeX.
Kehadiran panel notifikasi terpisah ini akan membuat Googlebook terasa seperti sistem operasi desktop yang utuh, bukan sekadar Android yang dipaksakan berjalan di layar besar.
Mode desktop Android 17 yang diuji ini sebenarnya sudah memperlihatkan fondasi yang solid. Aplikasi seperti Gmail bahkan sudah menampilkan tata letak dua kolom yang biasa ditemui pada perangkat lipat, menandakan Google serius menggarap pengalaman multitasking ini.
Yang menarik, semua perkembangan ini terjadi di depan mata pengguna tanpa banyak disadari. Google tampaknya membangun landasan untuk Googlebook secara bertahap lewat pembaruan sistem Android biasa.
Peluncuran Googlebook yang dijadwalkan pada September mendatang kemungkinan akan membawa lapisan penyesuaian dan fitur khusus yang belum terlihat di mode desktop Android 17. Fitur seperti folder di desktop bisa menjadi pembeda yang membuatnya layak disebut pesaing Windows dan macOS.
Bagi pengguna Pixel di Indonesia, mode desktop ini bisa menjadi cara paling praktis untuk merasakan arah pengembangan ekosistem Google sebelum laptop pertamanya resmi dijual. Selagi menunggu, ponsel Pixel yang ada di saku Anda sudah menyimpan secuil pengalaman Googlebook.