JAWA TENGAH — Amran menegaskan, pengiriman bantuan kali ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang tengah berduka. Menurutnya, dalam situasi darurat seperti ini, birokrasi yang berbelit tidak boleh menghambat proses penyaluran kebutuhan pokok.
"Ini masalah kemanusiaan. Kita harus bergerak cepat dan memastikan bantuan tiba di tangan masyarakat yang membutuhkan," ujar Amran di sela-sela pelepasan konvoi truk di Labuan Bajo, Rabu kemarin.
Rombongan truk yang dilepas kali ini membawa pasokan beras dan bahan pangan pokok lainnya. Rute pengiriman difokuskan menjangkau wilayah-wilayah terisolir yang akses daratnya sempat terputus akibat bencana. Titik kumpul logistik dipusatkan di Labuan Bajo sebelum didistribusikan ke sejumlah kabupaten terdampak.
Kementerian Pertanian berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan aparat keamanan untuk mengawal jalannya distribusi. Langkah ini ditempuh agar bantuan tidak tersendat di perjalanan dan tepat sasaran, terutama untuk daerah yang hanya bisa diakses melalui jalur darat dengan medan berat.
Distribusi tahap awal memprioritaskan kecamatan-kecamatan yang mengalami kendala akses paling parah. Sebab, wilayah-wilayah inilah yang biasanya paling telat menerima pasokan dan paling rentan mengalami kekurangan pangan. Pemerintah menargetkan seluruh bantuan dapat didistribusikan dalam pekan ini.
Amran menambahkan, pihaknya juga menyiagakan stok cadangan pangan di gudang-gudang terdekat. Hal ini untuk mengantisipasi jika terjadi gelombang kedua penyaluran bantuan menyusul kebutuhan warga yang terus bertambah pascabencana.
Pengiriman bantuan pangan ini merupakan bagian dari respons kementerian terhadap dampak bencana yang melanda sejumlah wilayah di NTT. Selain pangan, pemerintah pusat juga mengerahkan bantuan lain melalui instansi terkait untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat.
Dengan adanya pengawalan ketat dan koordinasi lintas instansi, diharapkan tidak ada lagi warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasarnya dalam masa tanggap darurat ini.