BATANG — Pemerintah pusat menggenjot realisasi Program Tiga Juta Rumah melalui akad massal KPR FLPP yang melibatkan puluhan ribu debitur dari berbagai penjuru negeri. Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono turut hadir mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam prosesi yang berpusat di Perumahan Puri Delta City, Kabupaten Batang, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya akad KPR subsidi dilakukan secara hybrid masif, menghubungkan 36 provinsi dalam satu waktu. Sebanyak 200 debitur hadir langsung di lokasi utama, sementara 61.800 lainnya mengikuti secara virtual.
Kota Tegal menjadi salah satu daerah yang menerima manfaat signifikan dari gelombang akad massal kali ini. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperumkim) Kota Tegal, Abdan Harimurti, mengonfirmasi jatah untuk wilayahnya.
"Untuk Kota Tegal terdapat 454 unit rumah yang masuk dalam pelaksanaan akad massal tersebut," ungkap Abdan.
Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 62.000 unit yang diproses secara serentak, menunjukkan komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Skema pembiayaan KPR subsidi FLPP kali ini melibatkan kolaborasi jaringan 43 bank penyalur program. Melalui mekanisme hybrid, debitur dari berbagai daerah dapat menyelesaikan proses akad tanpa harus hadir fisik di lokasi pusat.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan akad massal ini. Ia menegaskan bahwa penyediaan akses rumah layak dan terjangkau tetap menjadi prioritas utama pemerintah.
"Adalah kehormatan dan kebahagiaan bagi saya untuk hadir dalam acara ini," tutur Prabowo di sela sapaan hangat serta dialog daring bersama para debitur dari berbagai daerah.
Program KPR subsidi FLPP dirancang untuk memberikan kepastian bagi MBR melalui sejumlah kemudahan. Calon debitur mendapatkan tawaran suku bunga tetap, cicilan yang terjangkau, uang muka ringan, serta masa tenor pembiayaan yang panjang.
Selain FLPP, pemerintah juga menyuntikkan dukungan ekosistem perumahan melalui Kredit Program Perumahan (KPP). Instrumen ini melengkapi sisi permintaan warga sekaligus memperkuat pasokan bagi pengembang properti agar penyediaan hunian kian masif di berbagai daerah, termasuk Jawa Tengah.