JAWA TENGAH — Ledakan terjadi di Tambang Batu Bara Liushenyu yang dioperasikan oleh Shanxi Tongzhou Group Liushenyu Coal Industry, anak usaha Shanxi Tongzhou Coal Coking Group. Perusahaan ini berdiri sejak 2010 dan berlokasi di Kabupaten Qinyuan, Provinsi Shanxi — wilayah yang dikenal sebagai pusat pertambangan batu bara nasional.
Saat kejadian, 247 pekerja tengah bertugas di bawah tanah. Tim penyelamat yang terdiri dari 755 personel dan tujuh tim medis masih terus melakukan evakuasi hingga saat ini. Otoritas setempat belum mengumumkan penyebab pasti ledakan, namun dugaan sementara mengarah pada ledakan gas.
Presiden Xi Jinping meminta seluruh otoritas mengerahkan upaya maksimal dalam perawatan korban luka dan pencarian korban lainnya. Dalam pernyataan resmi yang dikutip Xinhua, Xi menegaskan investigasi harus mengungkap penyebab kecelakaan dan memastikan pihak bertanggung jawab diproses sesuai hukum.
Perdana Menteri Li Qiang juga meminta informasi insiden disampaikan secara cepat dan akurat ke publik, serta menekankan perlunya langkah pertanggungjawaban yang ketat. Media pemerintah China melaporkan sejumlah eksekutif perusahaan pengelola tambang sudah ditahan.
China sebenarnya berhasil menekan angka kematian di sektor tambang batu bara dibandingkan awal 2000-an. Namun, kecelakaan besar masih terus terjadi. Pada 2009, ledakan gas dan batu bara di Provinsi Heilongjiang menewaskan 108 orang dan melukai 133 lainnya — menjadikannya salah satu tragedi terburuk dalam sejarah pertambangan China.
Provinsi Shanxi sendiri menyumbang sebagian besar produksi batu bara nasional. Pemerintah China dalam beberapa tahun terakhir telah memperketat pengawasan keselamatan kerja, termasuk penerapan aturan operasi yang lebih ketat. Namun, insiden seperti ledakan di Liushenyu menunjukkan celah pengawasan masih ada di lapangan.
Ledakan kali ini menjadi yang terparah sejak 2010, ketika 104 orang tewas dalam kecelakaan tambang di provinsi yang sama. Dengan 90 korban jiwa, tragedi ini kembali menjadi alarm bagi industri batu bara China yang selama ini menjadi tulang punggung energi nasional.