Pemkot Surakarta Sediakan Layanan Psikolog Gratis di 636 Posyandu Plus, Libatkan 70 Tenaga Profesional

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:36:09 WIB
Layanan psikolog gratis kini tersedia di 636 Posyandu Plus Kota Surakarta untuk mendukung kesehatan jiwa warga.

SURAKARTALayanan kesehatan jiwa di Kota Solo merambah ke tingkat kelurahan melalui 636 Posyandu Plus yang kini dilengkapi konsultasi psikolog gratis. Program ini melibatkan 70 psikolog yang tersebar di seluruh wilayah kota, menjangkau warga yang selama ini kesulitan mengakses layanan serupa di fasilitas kesehatan tingkat atas.

Bukan Sekadar Posyandu Biasa: Ada Psikolog di Setiap Kelurahan

Posyandu Plus yang sebelumnya fokus pada layanan balita dan lansia kini diperluas fungsinya. Warga yang mengalami tekanan psikologis ringan hingga sedang, seperti kecemasan atau stres akibat masalah ekonomi dan keluarga, bisa berkonsultasi tanpa biaya.

Pemkot Surakarta menggandeng puluhan psikolog dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang berpengalaman di puskesmas dan rumah sakit daerah. Langkah ini diambil setelah data internal menunjukkan peningkatan keluhan kesehatan mental di kalangan warga perkotaan pasca-pandemi.

Bagaimana Mekanisme Konsultasinya?

Warga cukup datang ke Posyandu Plus terdekat di kelurahan masing-masing pada jam operasional yang sudah dijadwalkan. Tidak perlu surat rujukan dari puskesmas. Konsultasi bersifat rahasia dan dilakukan secara tatap muka langsung dengan psikolog.

Setiap psikolog ditugaskan di beberapa posyandu secara bergilir dalam sepekan. Jadwal layanan diumumkan melalui pengurus RT/RW dan papan informasi di setiap kelurahan. Jika ditemukan kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, psikolog akan merujuk pasien ke rumah sakit jiwa atau puskesmas dengan layanan konseling lanjutan.

Apa yang Membedakan Program Ini?

Tidak seperti layanan psikolog di rumah sakit yang sering dipersepsikan mahal dan eksklusif, program ini justru menyasar ibu rumah tangga, lansia, dan pekerja informal yang jarang terpapar layanan kesehatan mental. Pemkot sengaja memilih Posyandu Plus sebagai titik layanan karena lokasinya dekat dengan permukiman warga.

Para psikolog yang terlibat juga dibekali pelatihan khusus tentang pendekatan budaya lokal Solo agar konsultasi lebih efektif. Warga yang terbiasa berkomunikasi dengan bahasa Jawa halus atau memiliki kekhawatiran terhadap stigma kesehatan mental bisa merasa lebih nyaman.

Respons Warga dan Rencana Ke Depan

Sejak diresmikan, sejumlah Posyandu Plus di Kecamatan Banjarsari dan Laweyan mencatat lonjakan kunjungan warga yang ingin berkonsultasi. Banyak di antaranya mengeluhkan tekanan ekonomi dan masalah pengasuhan anak.

Pemkot Surakarta berencana mengevaluasi program ini setiap tiga bulan untuk menyesuaikan jumlah psikolog dan jam layanan. Jika respons positif, bukan tidak mungkin layanan serupa diperluas ke puskesmas keliling dan posyandu di daerah pinggiran kota yang selama ini minim akses layanan psikolog.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top