WONOGIRI — Momen masuk sekolah yang tinggal menghitung hari bukan hanya soal belanja perlengkapan bagi orang tua, tetapi juga celah bisnis bagi warga yang jeli membaca pasar. Di Soloraya, tren usaha kecil rumahan diprediksi menggeliat karena masyarakat cenderung mencari barang murah namun tetap bermanfaat.
Berbeda dengan toko besar yang menawarkan harga pasti, pelaku UMKM rumahan bisa menjual dengan harga lebih terjangkau. Lingkungan sekolah, perkampungan padat, hingga grup WhatsApp warga menjadi pasar awal tanpa perlu menyewa tempat usaha.
Setidaknya ada tujuh peluang yang dinilai cocok untuk semua kalangan, mulai dari Gen Z hingga ibu rumah tangga dan baby boomers. Kuncinya bukan pada modal besar, melainkan kecepatan membaca kebutuhan masyarakat.
Tren masyarakat yang semakin selektif dalam mengeluarkan uang justru menguntungkan usaha skala kecil. "Momentum masuk sekolah memang datang setahun sekali, tetapi kebutuhan anak, keluarga, dan rumah tangga berlangsung setiap hari," tulis Aris Arianto dalam laporannya. Di situlah peluang usaha rumahan tetap hidup meski kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja.
Bagi yang tinggal di Wonogiri, memulai usaha dari status media sosial dan promosi mulut ke mulut bisa menjadi langkah awal. Jika ditekuni sejak sekarang, usaha kecil ini berpotensi berubah menjadi sumber pendapatan tetap hingga akhir tahun.