JAWA TENGAH — Insiden maut ini terjadi tepat di sebelah barat perempatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Peristiwa bermula saat bus yang mengangkut 26 penumpang tersebut melaju dari arah timur menuju ke barat secara normal.
Sesaat sebelum benturan terjadi, armada transportasi publik lintas provinsi ini sempat berhenti di perempatan Wangon untuk menurunkan beberapa penumpang. Namun, petaka datang sesaat setelah bus kembali berjalan dan tiba-tiba oleng ke sisi jalan.
Laju bus yang tidak terkendali berakhir tragis saat moncong kendaraan menghantam warung kopi semipermanen dan rumah tinggal warga. Benturan keras tersebut meremukkan bagian depan bus serta meratakan bangunan di pinggir jalan raya tersebut.
Dua korban jiwa dalam peristiwa ini adalah pengemudi bus dan pemilik warung kopi bernama Dirin. Saat musibah terjadi, Dirin sedang tertidur pulas di dalam warungnya sehingga tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri dari hantaman kendaraan seberat belasan ton tersebut.
Sopir bus juga ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat jepitan kabin kemudi yang ringsek parah. Beruntung, 26 penumpang yang berada di dalam kabin bus dilaporkan selamat meski mengalami syok berat akibat guncangan hebat.
Penyelidikan awal kepolisian mengarah pada kondisi fisik pengemudi sebelum kecelakaan terjadi. Sopir diduga mengalami kelelahan luar biasa atau fatigue setelah menempuh perjalanan panjang dari titik keberangkatan di Surabaya, Jawa Timur, dengan tujuan akhir Bandung, Jawa Barat.
Jalur darat lintas provinsi dari Jawa Timur menuju Jawa Barat menuntut konsentrasi tinggi dan fisik yang prima. Kondisi mengantuk ekstrem disinyalir membuat sopir kehilangan kesadaran sesaat atau microsleep tepat setelah melewati persimpangan jalan yang ramai.
Kondisi jalanan yang lurus setelah persimpangan sering kali membuat pengemudi yang lelah kehilangan fokus secara mendadak. Hal ini menjelaskan mengapa bus langsung oleng ke kiri jalan tanpa sempat melakukan pengereman yang berarti.
Petugas dari Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polresta Banyumas segera mengamankan lokasi kejadian untuk mencegah kemacetan panjang di jalur selatan Jawa tersebut. Polisi mengevakuasi penumpang yang selamat ke tempat aman dan membawa jenazah kedua korban ke rumah sakit terdekat.
Penyidik kepolisian saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti fisik di tempat kejadian perkara serta memeriksa beberapa saksi mata yang melihat langsung detik-detik kecelakaan.
"Hingga kini tim penyidik Satlantas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, olah TKP, dan mengumpulkan keterangan saksi guna memastikan penyebab pasti dari kecelakaan yang merenggut dua nyawa ini," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyumas, Iptu Metri Zal Utami, Kamis (21/5).
Penyelidikan mendalam ini penting untuk memastikan apakah ada faktor kelalaian dari manajemen perusahaan otobus terkait jam kerja sopir. Regulasi keselamatan transportasi darat mewajibkan adanya sopir cadangan untuk rute jarak jauh guna menghindari kecelakaan akibat kelelahan fisik.